Sri Mulyani Sebut Pelemahan Ekonomi Global Berpotensi Hambat Transisi Energi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, menyoroti tantangan besar dalam proses transisi energi global yang semakin kompleks di tengah kondisi ekonomi dunia yang melemah.
Sri Mulyani membicarakan mengenai dinamika ekonomi global dalam pertemuan dengan UK Special Representative for Climate, Rachel Kyte, dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, di kantor Kementerian Keuangan, pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani yang mengenal Rachel Kyte sejak sama-sama bekerja di Bank Dunia, menegaskan dinamika global seperti disrupsi rantai pasok dan pelemahan ekonomi berkontribusi signifikan terhadap lambatnya implementasi transisi energi.
Menurutnya, kondisi ini mengancam keberlanjutan investasi pada energi hijau (green energy) di tengah komitmen negara-negara untuk mengurangi emisi gas pada 2060.
"Kondisi rantai pasok yang terdistrupsi membuat proses transisi energi terhambat. Transisi energi juga menjadi topik yang tidak terlalu sering dibahas lagi di berbagai forum multilateral," kata Sri Mulyani dalam keterangannya, dikutip Senin (12/5).
Selain itu, Sri Mulyani bilang jika negara kehilangan investasi terhadap green energy karena kondisi ekonomi yang lemah, artinya proses transisi energi juga akan melambat dan penggunaan energi tak terbarukan seperti batu bara bakal semakin panjang. Sementara, dampak climate change sendiri tak bisa terhindarkan.
"Ini merupakan sebuah urgensi yang harus segera diatasi, dan saya senang bisa membahasnya bersama Ambassador Jermey, Rachel Kyte," lanjutnya.
