Kumparan Logo

Sri Mulyani Soal Usulan Gaji Guru Rp 20 Juta: Baiknya Dihitung Dulu

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sri Mulyani dan Eko Putro Sandjojo di PKN STAN, Bintaro. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sri Mulyani dan Eko Putro Sandjojo di PKN STAN, Bintaro. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi pernyataan tim Prabowo-Sandi yang menuturkan gaji guru mesti dinaikkan menjadi Rp 20 juta per bulan.

Menurut Sri Mulyani, gaji guru telah disesuaikan dengan anggaran pendidikan dan total jumlah guru di Indonesia saat ini. Untuk itu, dia meminta pihak yang mengatakan gaji guru seharusnya dinaikkan hingga Rp 20 juta untuk kembali menghitung secara cermat.

"Kalau ada ide dari salah satu pihak untuk menaikkan, tentu tinggal dihitung saja. Dari sisi anggaran, anggaran pendidikan sebesar Rp 492 triliun pada 2019, untuk gaji dan tunjangan profesi guru dan lainnya yang dialokasikan ke daerah, termasuk BOS itu sudah mencapai Rp 117 triliun. Kalau ada ide, ya ada baiknya dihitung," ujar Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Rabu (21/11).

Selain itu, Sri Mulyani juga meminta pihak oposisi tersebut untuk bisa menghitung sumber anggaran jika ingin menaikkan gaji guru. "Berapa jumlah guru, berapa jumlah anggarannya, dan apakah kebutuhan anggaran itu akan dipenuhi dari sumber mana?" katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun tak memungkiri, jika semua pihak tentu menginginkan perbaikan kualitas pendidikan. Mulai dari sistem pendidikan, gaji guru, hingga fasilitas pendidikan. Sri Mulyani pun menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen mendorong sektor pendidikan di Indonesia, hal ini tercermin dari anggaran pendidikan yang selalu naik setiap tahunnya dalam APBN.

Ratusan guru honorer K2 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendatangi kantor Gubernur DIY. (Foto: Arfiansyah Panji P/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ratusan guru honorer K2 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendatangi kantor Gubernur DIY. (Foto: Arfiansyah Panji P/kumparan)

"Dari sektor pendidikan sendiri, Kemendikbud sendiri sudah menyampaikan berbagai program, tinggal dilihat apakah itu hal yang akan diperbaiki atau akan dilakukan dengan program lain. Jangan lupa, sebagian dari pendidikan ada di Kementerian Agama, karena itu jalur untuk Madrasah dan lainnya," katanya.

"Jadi perlu untuk dilihat secara keseluruhan, tapi spirit untuk memperbaiki pendidikan saya rasa itu semua juga sama," tambahnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Mardani Ali Sera sebelumnya mengatakan, paslon Prabowo-Sandi akan fokus memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia apabila terpilih dalam Pilpres 2019. Untuk memperbaiki kualitas pendidikan, kata dia, Indonesia harus memiliki jajaran tenaga pendidik yang berkualitas. Salah satu caranya dengan menaikkan gaji guru menjadi Rp 20 juta.

"Karena itu perbaikan utama, mau tidak mau, gaji guru dinaikin Rp 20 juta. Diseleksi dengan baik gurunya. Guru terbaik kalau gaji guru Rp 20 juta, nanti orang-orang di seluruh dunia datang ngajar anak kita. Nanti disiapkan kepala sekolahnya dari kita," ujar Mardani.

Sementara itu, Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, juga membantah pernyataan Wakil Ketua Badan Pemenangannya, Mardani Ali Sera, soal usulan kenaikan gaji guru menjadi Rp 20 juta. Prabowo menilai Indonesia tak punya cukup anggaran jika gaji guru negeri harus dinaikkan hingga Rp 20 juta.

"Kenaikan ini, kenaikan itu. Uangnya dari mana gitu lho," ujar Prabowo usai menghadiri Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).