Sri Mulyani Tambah Anggaran Kartu Sembako Rp 7,52 Triliun

21 Juli 2021 22:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Juru bicara Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasa Syadzily menunjukan Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasa Syadzily menunjukan Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani menambah alokasi anggaran untuk Program Kartu Sembako. Dana untuk salah satu jaring pengaman sosial ini ditambahkan sebesar Rp 7,52 triliun.
ADVERTISEMENT
Alokasi dana ini buat tambahan peserta sebanyak 18,8 juta keluarga. Dengan adanya penambahan dana ini, total anggaran Kartu Sembako menjadi Rp 49,89 triliun.
"Jadi mereka akan mendapat total 14 bulan kali pembayaran program kartu sembako untuk 18,8 juta keluarga. Artinya 75,2 juta jiwa dengan anggaran tambahan Rp 7,52 triliun sehingga totalnya menjadi Rp 49,89 triliun," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7).
Penambahan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah memperpanjang pemberian dana Kartu Sembako menjadi 14 bulan pembayaran, dari yang sebelumnya 12 bulan.
Sebelumnya, pemerintah memberikan dana Rp 200 ribu per bulan per keluarga penerima manfaat untuk 12 bulan. Dengan Pemberlakuan PPKM level 4 di Jawa dan Bali, kata Sri Mulyani, diputuskan tambahan dana untuk dua bulan lagi atau setiap keluarga akan mendapat tambahan Rp 400 ribu.
ADVERTISEMENT
Menurut Sri Mulyani, Kementerian Sosial juga akan menambah target penerima yang merupakan usulan dari pemerintah daerah sebanyak 5,9 juta keluarga. Mereka selama ini tidak mendapat bantuan sembako, baik non-kartu sembako maupun Bantuan Sosial Tunai (BST).
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati. Foto: REUTERS/Darren Whiteside
"Mereka akan dapat sama dengan kartu sembako, Rp 200 ribu per keluarga per bulan untuk enam bulan mulai Juli 2021. Ini akan menambah jumlah keluarga yang ter-cover bantuan pemerintah," tutur Sri Mulyani.
Ia mengatakan 5,9 juta keluarga penerima kartu sembako termasuk dalam 10 juta keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Adapun total BST untuk 10 juta keluarga pada tahun 2021 mencapai Rp 17,46 triliun.
Di samping kartu sembako dan BST, pemerintah akan memberi bansos dalam bentuk beras sebanyak 10 kilogram yang berasal dari Bulog. Penyaluran beras ini akan menyasar 28,8 juta keluarga atau 115,2 juta jiwa dengan perkiraan setiap keluarga terdiri dari 4 jiwa.
ADVERTISEMENT
“Setiap keluarga akan dapat tambahan 10 kilogram beras di atas bantuan tunai, baik BST, PKH, dan kartu sembako,” pungkas Sri Mulyani.