Sri Mulyani Tambah Anggaran Nakes dan Kartu Prakerja, Ini Rinciannya
·waktu baca 2 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambah anggaran untuk jaring keamanan di masa PPKM Darurat. Dua di antaranya insentif tenaga kesehatan (nakes) dan Kartu Prakerja.
Awalnya anggaran insentif tenaga kesehatan tahun ini Ep 17,3 triliun. Namun, kini ditambah Rp 1,08 triliun menjadi total Rp 18,38 triliun. Anggaran insentif nakes dilakukan karena ada tambahan dokter dan perawat baru untuk tangani COVID-19.
"Kemudian insentif nakes diberikan tambahan lagi karena RS Darurat membutuhkan tenaga dokter dan tenaga kesehatan, akan direkrut 3.000 dokter baru dan 2.000 perawat. Di mana insentifnya harus disediakan,” katanya saat konferensi pers virtual, Sabtu (17/7).
Insentif ini berlaku untuk nakes di pusat dan daerah yang akan ditransfer pemerintah. Dengan tambahan ini, total alokasi anggaran PEN untuk sektor kesehatan sebesar Rp 214, 95 triliun.
Tambahan Anggaran Kartu Prakerja Rp 10 Triliun
Selain menambah insentif nakes, pemerintah juga menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja Rp 10 triliun. Dengan begitu, total alokasi untuk program ini menjadi Rp 30 triliun.
Sebelumnya, alokasi untuk Kartu Prakerja Rp 20 triliun untuk 5,6 juta peserta. Kini jumlah peserta ditambah 2,8 juta orang dengan tambahan alokasi Rp 10 triliun.
Kami akan tambahkan Rp 10 triliun lagi, sehingga program kartu prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp 30 triliun dengan total 8,4 juta," ujarnya.
Menurut dia, penambahan anggaran Kartu Prakerja dilakukan membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi. Bantuan ini diberikan hingga akhir 2021.
Adapun besaran yang didapat peserta sama dengan ketentuan pada Kartu Prakerja sebelumnya. Tiap peserta mendapatkan dana sebesar Rp 3,55 juta. Dana ini terdiri dari insentif pelatihan Rp 1 juta, insentif mengisi 3 kali survei Rp 150 ribu, serta insentif langsung Rp 2,4 juta yang disalurkan Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan.
