Sri Mulyani Tanggapi Pertumbuhan Ekonomi RI yang Dipangkas IMF

Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun ini menjadi hanya 5 persen. Angka ini turun 0,2 persen dibandingkan proyeksi IMF pada Juli 2019.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perlambatan ekonomi dunia memang sedang terjadi di berbagai negara seperti India dan China.
"Kalau kita lihat India dari 7,3 (persen) jadi 6,1 persen, itu penurunannya sangat tajam dan RRT (China) juga penurunannya cukup tajam di kisaran 6,1 persen dan tahun depan bahkan di bawah 6 persen. Ini menggambarkan IMF itu melihat down risk-nya itu sudah makin materialize yang memang sudah terjadi dan telah menimbulkan dampak negatif pada emerging bahkan negara maju," katanya saat ditemui usai pelantikan Anggota BPK Baru Periode 2019-2024 di Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (17/10).
Untuk itu, Sri Mulyani terus mewaspadai dampak-dampak yang akan berpengaruh pada ekonomi dalam negeri. Salah satunya ekspor yang tertekan akibat dari perlambatan ekonomi dunia.
"Ekspor kita menghadapi tekanan dan pasti mempengaruhi growth kita, selama domestik demand masih cukup, itu bisa menetralisir. Oleh karena itu semua policy difokuskan menjaga momentum domestik, (agar) demand-nya enggak tertekan," ujar Sri Mulyani.
