Sri Mulyani Ungkap Harga Keekonomian BBM Pertalite Sudah Sentuh Rp12.556/Liter

19 Mei 2022 13:05
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pengendara sepeda motor mengantre membeli bahan bakar Pertalite di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3).
 Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara sepeda motor mengantre membeli bahan bakar Pertalite di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan kondisi ekonomi domestik sebagai imbas melambungnya harga komoditas, salah satunya harga minyak dunia akibat gejolak ekonomi global.
ADVERTISEMENT
Menurut Sri Mulyani, harga minyak mentah Indonesia atau ICP mengalami perubahan yang sangat besar, dari asumsi APBN 2022 sebesar USD 63 per barel, realisasinya hingga April 2022 (end of period) sudah mencapai USD 102,5 per barel.
"Untuk harga keekonomian dari BBM kita mengalami perubahan sangat tinggi," kata Sri Mulyani saat rapat dengan Badan Anggaran DPR, Kamis (19/5).
Sri Mulyani menjelaskan, untuk harga BBM jenis Pertalite, saat ini harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 12.556 per liter. Sementara harga Rp 7.650 per liter.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Kemenkeu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Kemenkeu RI
Untuk Solar, Sri Mulyani mengatakan harga keekonomiannya kini sudah mencapai Rp 12.119 per liter dari harga jual Rp 5.150 per liter, minyak tanah Rp 10.198 per liter dari harga jual 2.500 per liter, dan LPG sudah mencapai Rp 19.579 per kg dari harga jual 4.250 per kg.
ADVERTISEMENT
"Maka tidak heran arus kas Pertamina sejak Januari 2022 konstan negatif," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Sri Mulyani mengusulkan tambahan anggaran subsidi energi ke Banggar DPR RI mencapai Rp 74,9 triliun di APBN 2022.
"Dengan adanya perubahan keekonomian, kalau asumsi ICP USD 100, maka subsidi energi akan menggelembung menjadi Rp 208,9 triliun atau naik Rp 74,9 triliun," ujar Sri Mulyani