Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Kasus COVID-19 dari Sekolah Tatap Muka

23 September 2021 11:05 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani berbincang dengan para siswa saat mengajar di SD Negeri 1 Kenari, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani berbincang dengan para siswa saat mengajar di SD Negeri 1 Kenari, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kasus COVID-19 di Indonesia sudah mulai turun, dampak dari penerapan PPKM sejak Juli 2021. Namun, dia mewaspadai naiknya kasus corona karena sekolah tatap muka sudah dimulai.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, sekolah tatap muka patut menjadi perhatian karena ada risiko penularan. Karena itu, kegiatannya harus diperhatikan.
"Kita harus tetap waspada. Apalagi sekarang sudah masuk sekolah dan ini harus menjadi perhatian kita. Jangan lupa, 1,5 bulan lalu kita menghadapi kasus di atas 50 ribu dalam sehari," katanya dalam konferensi pers APBN 2021, Rabu (23/9).
Secara keseluruhan di beberapa wilayah Indonesia, kasus corona sudah mulai turun trennya. Menurut dia, Indonesia sudah melewati puncak gelombang kedua yang terjadi pada pertengahan Juli 2021. Saat ini, kasus positif harian sudah berada di bawah 3.000 orang setiap harinya.
Untuk kasus corona di dunia juga cenderung sudah turun. Meski begitu, Indonesia tidak boleh lengah karena kenaikan kasus bisa terjadi sewaktu-waktu.
ADVERTISEMENT
"Penurunan kasus merupakan hasil dari langkah-langkah luar biasa. Meskipun kita dihadapkan dengan delta variant dan masih banyak negara struggle seperti Singapura, Australia, ini harus tetap kita jaga," katanya.