Starbucks Lagi Promo, Ratusan Pekerjanya di AS Malah Mogok Minta Naik Gaji
ยทwaktu baca 2 menit

Pekerja dari ratusan gerai Starbucks di Amerika Serikat (AS) mogok kerja pada Kamis (16/11) waktu setempat. Aksi mogok kerja itu mereka lakukan, justru ketika kedai kopi tersebut sedang menggelar promo tahunan bertajuk 'Red Cup Day'. Tujuan aksi mogok kerja adalah menuntut kenaikan gaji.
Red Cup Day atau Hari Cangkir Merah adalah saat di mana konsumen Starbucks bisa mendapat kopi gratis, jika menggunakan cangkir khusus berwarna merah yang disiapkan Starbucks.
Mengutip Reuters, setiap Red Cup Day, pengunjung Starbucks selalu melonjak. Pada Red Cup Day 2022 lalu, kunjungan ke kedai Starbucks melonjak 94 persen. Hal itu membuat pekerja jauh lebih sibuk, bahkan kadang menjadi korban bully-an konsumen yang kesal karena antre terlalu lama.
Starbucks Workers United yang merupakan serikat pekerja Starbucks, mewakili lebih dari 9.000 karyawan kedai kopi itu dari sekitar 360 toko di AS. Mereka menyebut aksi mogok akan membuat gerai kekurangan pekerja, sehingga berharap manajemen memahami pentingnya keberadaan staf.
Dari pantauan di akun X Starbucks Workers United, terlihat para pekerja yang mogok mengusung sejumlah poster tuntutan di depan kedai tempat mereka bekerja. Poster itu bertuliskan antara lain, "No Contract, No Coffee", "Red Cup Rebellion", dan "ULP (Unfair Labour Practice) Strike".
Hal ini seperti terlihat di luar gerai Starbucks Astor Place di kampus Universitas New York. Seraya aksi berjalan, sejumlah konsumen berdatangan untuk membeli kopi.
Mary Boca (22 tahun), barista di gerai Astor Place New York, sangat berharap gajinya bisa naik lebih tinggi. "Saya telah mendengar manajer kami mengatakan mereka perlu mempekerjakan 12 orang. Pada saat ramai lagi musim promo seperti ini, banyak pegawai yang ditugaskan."
Merespons aksi mogok kerja tersebut, manajemen Starbucks mengatakan toko mereka di berbagai kota di AS tetap buka dan melayani pembeli.
Starbucks memiliki hampir 10.000 gerai di AS. Sementara yang mogok, diklaim manajemen tak lebih dari 3 persen. Tahun lalu, para pekerja di lebih dari 100 lokasi Starbucks juga mogok kerja satu hari pada Red Cup Day.
Awal bulan ini, Starbucks mengatakan akan menaikkan gaji per jam untuk pekerja ritelnya di AS setidaknya sebesar 3 persen mulai tahun 2024. Tapi angka kenaikan yang terlalu rendah itu, dikritik oleh para pekerja.
