Stasiun Kereta Cepat di Halim Akan Terhubung dengan LRT, BRT & Shuttle

25 Maret 2023 13:07 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana proyek Stasiun Halim Kereta Cepat Jakarta Bandung, Kamis (23/3/2023). Foto: Dok. KCIC
zoom-in-whitePerbesar
Suasana proyek Stasiun Halim Kereta Cepat Jakarta Bandung, Kamis (23/3/2023). Foto: Dok. KCIC
ADVERTISEMENT
PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) akan menjadikan Stasiun Halim sebagai kawasan kultur urban rapid transit yang menghubungkan berbagai rute tujuan dan armada lainnya, yakni LRT Jabodebek, BRT, non BRT, dan shuttle.
ADVERTISEMENT
General Manager Corporate Secretary KCIC, Rahadian Ratry, mengatakan kolaborasi peningkatan aksesibilitas, konektivitas, dan integrasi tersebut dilakukan bersama Pemprov DKI Jakarta, Instansi Pemerintah lainnya, BUMN, hingga swasta.
Rahadian mengatakan Stasiun Halim merupakan kawasan komersial multi-use yang akan mengakomodir berbagai urban life style, sehingga kawasan ini bisa menjadi Melting Pot Bagi Urban Life.
"Stasiun KCJB Halim akan terkoneksi langsung dengan LRT Jabodebek, BRT, non BRT, dan shuttle via jalan raya ke CBD DI Panjaitan dan via tol Cikampek. Hadirnya berbagai alternatif akses tersebut akan semakin mempermudah masyarakat yang ingin bepergian menggunakan KCJB," ujar Rahadian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/3).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau Stasiun Halim Kereta Cepat Jakarta Bandung, Kamis (23/3/2023). Foto: Dok. KCIC
Stasiun KCJB dan Stasiun LRT terhubung melalui skybridge yang dilengkapi dengan berbagai retail untuk melengkapi kebutuhan penumpang. Integrasi dengan LRT Jabodebek ini sebagai upaya untuk memudahkan penumpang KCJB untuk melanjutkan perjalanan last mile menuju Bekasi atau CBD Kuningan Rasuna Said hingga ke Dukuh Atas Sudirman.
ADVERTISEMENT
Rahadian menyebut jadwal headway KCJB akan berlangsung 20 menit sekali, sedangkan headway LRT Jabodebek akan melayani tiap 6 menit sekali. Penjadwalan antar kedua moda tersebut menjanjikan time management yang reliable dan predictable sebagai ciri khas mobilitas kaum urban modern.
Tidak hanya itu, Stasiun Halim nantinya juga akan terkoneksi dengan BRT Transjakarta dan bus shuttle regular menuju Bandara Halim Perdanakusuma maupun Bandara Soekarno-Hatta. Rahadian mengatakan hadirnya BRT dan non BRT di Stasiun Halim akan menambah alternatif moda transit ke berbagai titik yang belum dilayani LRT Jabodebek.
Kendaraan umum maupun pribadi nantinya akan masuk ke Stasiun Halim melalui perpanjangan Jl. DI Panjaitan yang sebelumnya merupakan jalan buntu. Akses jalan lainnya nantinya juga akan tersedia pada Exit Tol KM 1+850 Tol Jakarta-Cikampek. Pembangunan exit tol tersebut saat ini sedang dilakukan oleh Kementerian PUPR, BPJT, dan Jasa Marga.
Suasana proyek Stasiun Halim Kereta Cepat Jakarta Bandung, Kamis (23/3/2023). Foto: Dok. KCIC
"KCIC bersama seluruh stakeholders akan terus berinovasi dalam memberi kemudahan dan layanan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung baik di dalam kereta maupun di kawasan stasiun. Kami yakin, hadirnya berbagai moda transportasi yang terintegrasi akan membuat KCJB semakin diminati oleh masyarakat." tutup Rahadian.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi telah meninjau progres pembangunan Stasiun Halim beserta konektivitasnya pada Kamis (23/3).
Menhub menekankan pentingnya koordinasi antara KCIC, KAI, Pemprov DKI Jakarta, dan seluruh stakeholder. Menurutnya, tidak mungkin angkutan massal dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dari pemerintah daerah dan koordinasi intensif antar pemangku kepentingan.
Sementara itu, PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi mengatakan, dengan hadirnya berbagai moda transportasi umum tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta sehingga dapat mengurangi kemacetan di dalam kota Jakarta