Kumparan Logo

Status RI Layak Investasi, Darmin Tetap Waspadai Dampak Perang Dagang

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) Global Ratings meningkatkan peringkat utang jangka panjang atau sovereign credit rating Indonesia dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil pada 31 Mei 2019. Dengan demikian, Indonesia kini memperoleh status layak investasi atau investment grade dari ketiga lembaga pemeringkat internasional, yakni S&P, Moody's, dan Fitch.

Capaian ini disyukuri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Menurut dia status layak investasi yang diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional tersebut sedikit mengurangi dampak dari tekanan ekonomi global ke Indonesia.

"Dengan dua hasil lembaga dua hasil ini pemeringkat yang punya nama sendiri di dunia, kita harapkan tekanan global ke kita itu akan lebih rendah," katanya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (31/5).

Darmin Nasution, Menteri Perekonomian Foto: Garin Gustavian/kumparan

Meski demikian, Darmin tidak menampik bahwa investasi juga dipengaruhi oleh faktor global misalnya perang dagang antara AS-China. Menurut Darmin ancaman perang dagang AS-China yang tak kunjung selesai memberikan dampak serius dan besar bagi perekonomian Indonesia.

"Tetapi Trump (Presiden AS) dengan Xi Jinping (Presiden China) belum damai juga, dia punya pengaruh juga. Dengan kejadian itu, Brexit dan Theresia May menyatakan mundur ini adalah gelombang lain yang arahnya tidak sama dengan gelombang tadi," tambahnya.

Meski demikian Darmin tetap optismistis perekonomian Indonesia masih akan tumbuh pada tahun ini. Berkaca pada tahun lalu, perekonomian Indonesia tumbuh 5,17 persen di tengah tekanan global.

"Jadi sebenarnya apa yang kita alami beberapa tahun ini lebih kurang sama, di dalam negeri itu berusaha dan mampu melahirkan perkembangan yang relatif baik tetapi globalnya selalu menarik ke bawah," jelasnya.