Kumparan Logo

Stok BBM Swasta Menipis: Shell Kosong Besok, BP-AKR Akhir Oktober 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana SPBU Shell di Cikini, Jakarta, Sabtu (8/2/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana SPBU Shell di Cikini, Jakarta, Sabtu (8/2/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Badan usaha SPBU swasta, mulai dari Shell, Vivo, BP-AKR, ExxonMobil, hingga AKR Corporindo ramai-ramai mengungkapkan stok BBM gasoline atau bensin menipis, bahkan terancam kosong dalam waktu dekat jika tidak ada kepastian tambahan pasokan.

Presiden Direktur Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengatakan hampir seluruh SPBU-nya sudah kehabisan bensin sejak Agustus 2025, dan akan benar-benar habis mulai besok.

“Sampai saat ini, kami hanya menjual diesel. Untuk BBM jenis bensin bisa dikatakan hampir seluruh SPBU kami sudah mengalami situasi kehabisan stok. Saat ini yang ada mungkin tidak sampai 10, hanya sekitar 5 SPBU, yang kalau kami melihat besok malam mungkin juga sudah habis,” katanya saat RDP Komisi XII DPR, Rabu (1/10).

Sementara itu, Direktur SPBU Vivo Imam Bonjol, Leonard Mamahit, mengatakan stok bensin Vivo diperkirakan hanya bertahan hingga pertengahan Oktober 2025 ini.

“Vivo kita punya 44 SPBU, semuanya di Jabodetabek. Kita punya 600 karyawan, dan saat ini tinggal RON 92 yang akan habis di pertengahan Oktober, yang RON 90 sama 95 sudah habis,” ungkapnya.

Kemudian PT Aneka Petroindo Raya (APR) atau SPBU BP-AKR juga diprediksi kehabisan stok pada akhir Oktober 2025. Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura, mengatakan dari total 250 SPBU, hanya 2 SPBU yang masih menjual bensin.

“Saat ini hanya tinggal mungkin sekitar 1-2 SPBU kami saja yang masih menjual BBM gasoline atau bensin. Mungkin sampai akhir bulan ini (sisa pasokan),” jelas Vanda.

Deputy CEO PT AKR Corporindo Tbk, Mery Sofi, mengatakan perusahaan memiliki 12 terminal BBM (TBBM) hanya untuk memproduksi solar, sehingga seluruh 170 SPBU AKR saat ini sudah tidak lagi memiliki pasokan bensin.

“Bisa dibilang bensin sudah tidak ada. Jadi demikian kami berharap kami bisa segera mendapatkan solusi untuk kerja sama bagaimana segera mengisi kekosongan,” kata Mery.

Selanjutnya, Vice President Business Support & External Affairs PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, Arumi Wikanti, mengatakan terdapat 1.200 SPBU Pom Mini dengan merek Indomobil yang diprediksi kehabisan pasokan bensin pada November 2025.

“Stok BBM RON 92 untuk Pom Mini saat ini cukup hingga pertengahan kuartal IV. Untuk stok kira-kira sampai pertengahan kuartal IV atau sekitar November,” ujarnya.

Adapun Pertamina Patra Niaga telah menyisihkan kuota impor untuk badan usaha swasta, yakni 1,2 juta kiloliter untuk BBM RON 92 dan 270 ribu kiloliter BBM RON 98. Saat ini, terdapat 1 kargo dengan kapasitas 100.000 barel yang sudah datang di Indonesia.

Hanya saja, seluruh badan usaha swasta belum menyepakati pembelian BBM murni atau base fuel yang diimpor Pertamina tersebut. Awalnya, Vivo sepakat untuk menyerap 40.000 barel, dan BP-AKR juga disebut sudah berminat. Namun, kedua badan usaha tersebut memutuskan untuk tidak membeli.

instagram embed