Kumparan Logo

Stok Kedelai Tinggal Tersisa 7 Hari, Ini Penjelasan Badan Pangan Nasional

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kacang kedelai yang akan diproduksi menjadi tahu di salah satu pabrik tahu tradisional, di Banda Aceh, Aceh, Rabu (14/9/2022). Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kacang kedelai yang akan diproduksi menjadi tahu di salah satu pabrik tahu tradisional, di Banda Aceh, Aceh, Rabu (14/9/2022). Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP

Badan Pangan Nasional/Nasional Food Agency (NFA) menyebut kondisi ketersediaan kedelai sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki NFA, stok kedelai hanya tersisa 7 hari.

Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi NFA I Gusti Ketut Astawa menegaskan stok kedelai nasional surplus di akhir Desember 2022. Adapun ketersediaan stok kedelai tinggal 7 hari apabila mengacu pada perhitungan Neraca Pangan Nasional sampai dengan akhir November 2022.

Menurut dia, stok kedelai tinggal 7 hari itu bukan dihitung per hari ini, namun dihitung setelah bulan November 2022. Hal ini sesuai dengan perhitungan Neraca Pangan Nasional sampai dengan akhir November 2022 stok kedelai surplus 54.983 ton.

“Stok 54.983 ton tersebut apabila dibagi rata-rata konsumsi harian nasional sebesar 8.191 ton perhari maka dapat memenuhi kebutuhan sekitar 7 hari. Jadi stok kedelai untuk 7 hari itu dihitung per setelah November 2022,” ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (26/10).

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan prognosa Januari hingga November 2022, stok akhir kedelai diperkirakan masih dalam kondisi surplus sebanyak 54.983 ton. Angka tersebut merupakan hasil perhitungan dari ketersediaan 2.758.151 ton dikurangi kebutuhan selama Januari sampai November 2022 sebesar 2.703.169 ton.

Dengan memperhitungkan kebutuhan satu bulan yang diperkirakan mencapai 245.743 ton atau 8.191 ton per hari, maka stok di akhir November sebesar 54.983 ton tersebut diperkirakan tersedia untuk 7 hari.

Meski begitu, Ketut meminta masyarakat khususnya para pengrajin tahu-tempe tidak perlu panik. Pasalnya, pemerintah akan melakukan importasi untuk memperpanjang ketersediaan kedelai di dalam negeri.

Untuk itu, NFA mendorong percepatan importasi untuk memenuhi ketahanan stok kedelai. “Jadi kita mendorong percepatan realisasi importasi kedelai untuk memenuhi dan memperpanjang kecukupan stok kedelai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, dengan basis stok 7 hari setelah akhir November tersebut, pihaknya menjamin bahwa stok kedelai cukup hingga 1,5 bulan ke depan. Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir dengan ketersediaan kedelai di pasaran.

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi. Foto: Dok. NFA

Arief melihat, melalui realisasi impor, maka berdasarkan Prognosa Neraca Pangan Nasional Januari-Desember 2022, komoditas kedelai diperkirakan surplus sebesar 250 ribu ton pada akhir Desember 2022.

Lebih lanjut, sambungnya, para importir memang merencanakan impor dengan berhati-hati. Terlebih lagi, ini menyangkut fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga kedelai, sehingga biasanya merencanakan 3 sampai dengan 4 bulan.

Di sisi lain, dengan kondisi perdagangan global yang penuh ketidakpastian dan fluktuasi harga kedelai di pasar internasional, Arief juga melihat bahwa situasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri dan melepas ketergantungan terhadap impor.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah mengarahkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri melalui perluasan lahan produksi kedelai dan hasilnya dibeli dengan harga Rp 10 ribu per kg. Adapun kondisi saat ini, petani tidak bisa menanam kedelai, jika harganya di bawah Rp 10 ribu per kg, karena akan kalah dengan harga kedelai impor yang hanya sekitar 7 ribu rupiah per kg.

“Dengan penetapan kebijakan harga acuan tersebut, ini akan menarik petani untuk lebih semangat berproduksi karena harganya diatur sehingga tidak merugikan petani. Keterlibatan BUMN pangan di sini penting dalam aspek penugasan untuk membeli kedelai dari petani sesuai harga yang ditentukan,” pungkas Arief.

Dari sisi perlindungan usaha bagi pengrajin tahu-tempe, NFA telah mendorong pemberlakuan kembali program Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk Pengrajin Tahu dan Tempe. Hal tersebut untuk membantu para pengrajin tahu-tempe agar tetap berproduksi di tengah lonjakan harga komoditas kedelai saat ini.

Pekerja mengemas tahu yang baru diproduksi ke dalam plastik di industri rumahan di kawasan Duren Tiga, Mampang, Jakarta, Rabu (31/8/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Arief menilai, program ini sangat penting dan strategis untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan usaha pengrajin. Melalui bantuan penggantian selisih harga tersebut pengrajin tahu dan tempe akan memperoleh subsidi Rp 1.000 untuk setiap kg pembelian kedelai.