Kumparan Logo

Stok Minyak Goreng Kemasan Melimpah, Mendag Pede Harganya Segera Turun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendag Muhammad Lutfi rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/1/2022).  Foto: Kemendag RI
zoom-in-whitePerbesar
Mendag Muhammad Lutfi rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/1/2022). Foto: Kemendag RI

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengeklaim dari aturan DMO yang diberlakukan sejak Februari lalu telah mendapatkan bahan baku minyak goreng sebesar 720.612 ton untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Dari angka itu, sebanyak 551.069 ton atau setara 570 juta liter sudah terdistribusi dalam kurun waktu kurang lebih sebulan terakhir. Sedangkan menurut hitungannya, kebutuhan konsumsi nasional per bulan hanya 327 ribu ton. Karena stok yang melimpah tersebut, Mendag percaya diri bahwa harga minyak goreng dalam waktu dekat ini akan turun.

“Ya kita lihat nanti, kan ini sekarang mereka jual di Rp 23.000, tetapi karena jumlahnya banyak nanti pasti akan turun juga,” kata Mendag Lutfi kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (17/3).

Disinggung soal aturan Harga Eceran Tertinggi (HET), Lutfi menegaskan jika HET nantinya hanya diberlakukan untuk minyak goreng curah.

“Jadi nanti yang di-HET-kan itu hanya minyak goreng curah yang diperuntukkan untuk masyarakat yang memerlukannya. Sehingga yang tidak memerlukannya menggunakan kemasan yang harganya diserahkan kepada keekonomian,” jelas Lutfi.

HET tersebut membatasi harga minyak goreng curah dijual di masyarakat dengan harga Rp 14.000 per liter. Adapun harga tersebut dari subsidi yang diambil dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Untuk menyokong dana itu, Kementerian Perdagangan telah menaikkan pungutan ekspor sawit menjadi USD 675 per ton. Lutfi menjelaskan, selain menjadi pemasukan BPDPKS untuk subsidi minyak goreng curah, dengan menaikkan pungutan ekspor itu juga untuk memastikan ketersediaan pasokan di dalam negeri sebagai ganti dicabutnya Domestic Market Obligation (DMO).

***

Kuis kumparanBISNIS hadir lagi untuk bagi-bagi saldo digital senilai total Rp 1,5 juta. Kali ini ada kuis tebak wajah, caranya gampang! Ikuti petunjuknya di LINK INI. Penyelenggaraan kuis ini waktunya terbatas, ayo segera bergabung!