Stok Pasir Tol Bogor-Serpong Aman Meski Tambang di Rumpin-Parung Panjang Ditutup
·waktu baca 2 menit

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan pasokan material pasir untuk proyek infrastruktur, termasuk pembangunan Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung, tetap aman meski sejumlah tambang pasir di Kabupaten Bogor ditutup sementara.
“Kita diskusi tata kelola, kita sesuaikan dengan ketentuan Provinsi Jawa Barat, ya akan dibuka lagi (tambang pasir), tetap akan diperbolehkan untuk dipergunakan pasirnya,” kata Dody kepada wartawan usai acara penandatanganan Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres pada Pengusahaan Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung di kantornya, Jumat (3/10).
Tol Bogor-Serpong via Parung sepanjang 32,03 kilometer menjadi salah satu proyek strategis yang dipastikan takkan terganggu ketersediaan materialnya. Dody mengatakan, meski tol ini sepenuhnya dibiayai badan usaha, Kementerian PU tetap mengawal jalannya proyek.
“Kalau ada kendala sana sini kita akan terus koordinasi kita bantu bicara, seperti waktu mereka kesulitan soal AMDAL saya juga ikut bicara, ikut membantu,” ujarnya.
Dody juga melanjutkan, pemerintah menjamin pengerjaan proyek tidak akan tertunda terlalu lama akibat polemik penutupan tambang. “Jadi tetap kita kawal agar proses pembangunannya tidak molor terlalu lama,” lanjut Dody.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan Surat Teguran Nomor 7920/ES.09/PEREK tertanggal 25 September 2025 yang ditujukan kepada 26 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kecamatan Rumpin, Parung Panjang, dan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Dalam surat tersebut, pemerintah provinsi meminta penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan per 26 September 2025. Teguran itu dikeluarkan setelah evaluasi menemukan masih banyak persoalan di lapangan, mulai dari masalah lingkungan, keselamatan, kemacetan, polusi, hingga kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Kebijakan penghentian sementara ini berlaku sampai perusahaan tambang memenuhi ketentuan tata kelola sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan, sekaligus melaporkan perbaikannya secara tertulis kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Meskipun demikian, Kementerian PU menegaskan proyek tol tetap berjalan sesuai jadwal. Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung merupakan bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road 3 (JORR 3) yang ditargetkan mulai konstruksi Oktober 2026 dan ditarget rampung Agustus 2028.
