Kumparan Logo

Strategi Kemenkop dan UKM Perluas Pasar Ekspor UMKM: Gandeng IKEA hingga Uniqlo

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Foto: Dok. BRI

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Uniqlo dan IKEA untuk memperluas akses pasar bagi UMKM. Kerja sama dengan peritel global baik dari dalam maupun luar negeri dianggap bisa membuat UMKM menembus pasar ekspor.

Deputi Bidang UKM Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman mengungkapkan rangking ekspor Indonesia di ASEAN berada di posisi 5. Sementara kontribusi UKM terhadap ekspor nasional tahun 2020 sebesar 15,69 persen. Di ASEAN, porsi ekspor UKM Indonesia mencapai 15,8 persen. Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan Malaysia sebesar 19 persen, Vietnam 20 persen, Filipina 20 persen, Sri Langka 20 persen, dan Thailand sebesar 29,5 persen.

“UKM menjadi salah satu sektor yang turut serta berkontribusi pada peningkatan kinerja ekspor Indonesia. Kemenkop UKM terus mendorong pelaku UKM untuk bisa menembus pasar ekspor,” kata Hanung melalui keterangan tertulis, Selasa (16/8).

Hanung mengatakan beberapa strategi dilakukan dalam meningkatkan kontribusi ekspor UKM ini. Di antaranya, Kemenkop dan UKM aktif melakukan identifikasi dan pemetaan potensi produk dan potensi pasar luar negeri.

Kemudian, Kemenkop dan UKM juga memfasilitasi akses pembiayaan dan investasi bagi UKM ekspor melalui Lembaga pembiayaan Perbankan maupun Non Perbankan (Fintech, Peer to Peer Lending, dan SKOPI). Selanjutnya, perluasan pasar produk UKM ekspor bekerja sama dengan agregator, eksportir, distributor, agen, hingga melalui fasilitasi pameran dalam dan luar negeri.

“Kami juga mendorong digitalisasi produk UKM ekspor baik dengan menggunakan website sendiri atau melalui online marketplace seperti Alibaba, dBay, Amazon, Etsy, Rakuten, dan lainnya,” ucap Hanung.

Kemenkop dan UKM melakukan peningkatan kapasitas SDM dan produk UKM melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, capacity building, dan fasilitasi standardisasi sertifikasi. “Dengan strategi ini, kami optimistis target kontribusi ekspor UKM Indonesia tercapai secara bertahap yakni di 2022 sebesar 15,8 persen, tahun 2023 sebesar 16,4 persen, dan di tahun 2021 sebesar 17,0 persen,” ucapnya.

Ilustrasi restoran IKEA Foto: Dok.Radiokafka/Shutterstock

Selanjutnya sebagai upaya nyata dukungan Kemenkop dan UKM mendorong kontribusi ekspor UKM, sepanjang 2021 pihaknya menggandeng berbagai perusahaan ritel besar mancanegara. Pada September 2021, Kemenkop dan UKM memfasilitasi perjanjian kerja sama antara IKEA dengan PT Rumah Mebel Nusantara. Di mana hingga Juli 2022, sebanyak 40 UKM telah masuk dalam jaringan IKEA yang ada di Jakarta, Tangerang, dan Bali.

“Nanti juga akan dilakukan pembahasan menggunakan kerja sama dengan IKEA untuk memenuhi supply di luar negeri. Kerja sama ini sangat menguntungkan tak hanya bagi IKEA tapi juga UKM, mengingat pada 2021 pendapatan IKEA mencapai 42 miliar Euro di mana 70,7 persen penjualan terjadi di Eropa, 18 persen di Amerika, dan 11,3 persen di Asia, termasuk Indonesia,” kata Hanung.

Kemudian kolaborasi antara Kemenkop dan UKM dengan PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo) pada 28 September 2021. Tercatat sampai Juli 2022 sebanyak 196 UKM telah masuk dalam jaringan Uniqlo yang ada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali, dan NTB.

Lalu bersama Lulu grup yang merupakan jaringan ritel terbesar di Kawasan GCC dan Asia yang menguasai 32 persen pasar ritel, Kemenkop dan UKM mendorong UKM masuk dalam Lulu Group Ritel. “Setelah ini, akan dilakukan buyer session dengan pihak Lulu, untuk mempertemukan UKM dengan buyer (Lulu),” katanya.

Tak berhenti di situ, kata Hanung, pihaknya turut melakukan pengembangan kawasan dan rantai pasok seperti PLUT sebagai pusat layanan pendampingan ekspor, insentif pengembangan usaha antara mitra usaha besar dengan UKM, serta korporatisasi petani.

Pihaknya juga melakukan peningkatan layanan dengan mempermudah pengurusan izin serta perolehan sertifikasi mulai dari ISO, HACCP, FSSC, BRC, Organic, dan lainnya. Ditambah ada upaya pemetaan buyer potensial sebagai bantuan kepastian akses pasar, dengan kolaborasi bersama ITPC, KBRI, Atase Dagang, dan SIPPO.

“Upaya kami untuk bagaimana membangun kerja sama dengan agregator dan buyer representatif untuk mendapatkan info buyer. Selain itu kami punya program logistik dengan kargo terjadwal, jika mengirim barang kecil, UKM sendiri-sendiri itu mahal, dan ini kita integrasikan supaya biayanya lebih murah,” ucap Hanung.