Kumparan Logo

Studi Kelayakan MRT Jalur Lebak Bulus-Serpong Rampung Akhir 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga bersiap menaiki kereta moda raya terpadu (MRT) di Stasiun Blok M, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga bersiap menaiki kereta moda raya terpadu (MRT) di Stasiun Blok M, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Rencana pembangunan jalur MRT yang menghubungkan Lebak Bulus dengan Serpong masih menunggu hasil studi kelayakan (feasibility study) yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Meski kajian segera selesai, proyek tersebut dipastikan belum bisa langsung masuk tahap konstruksi.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, mengatakan saat ini proses studi masih berlangsung dan baru akan selesai pada penghujung tahun.

"Akhir tahun kajiannya baru selesai, akhir tahun," kata Tuhiyat kepada wartawan usai Pencanangan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (21/6).

Tuhiyat menjelaskan, setelah studi kelayakan rampung, masih ada sejumlah tahapan lanjutan yang harus diselesaikan sebelum proyek dapat dieksekusi. Mulai dari pembahasan kelembagaan, skema pembiayaan, hingga penyusunan desain teknis rinci atau detail engineering design (DED).

"Abis kajian masih banyak kelembagaan, finansial, baru pen-detailan, detail engineering design," ujarnya.

Sebelumnya, pada Agustus 2025, PT MRT memulai kajian pengembangan koridor baru yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan wilayah Tangerang Selatan.

Jalur tersebut diproyeksikan melayani kawasan permukiman padat dan pusat aktivitas ekonomi yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi maupun transportasi jalan raya.

instagram embed

Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengatakan penentuan rute akhir dan pendekatan teknis proyek masih bergantung pada hasil studi yang saat ini sedang berjalan.

“Itu masih dalam studi. Masih dalam studi. Nanti kita nggak bisa bicara sebelum studinya selesai,” kata Farchad dalam MRT Jakarta Fellowship Program, dikutip pada Jumat (8/7).

Meski belum dapat diumumkan secara rinci, Farchad memastikan jalur ini akan mempertimbangkan pusat-pusat permukiman sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, hal ini penting agar kehadiran MRT benar-benar menjawab kebutuhan mobilitas warga yang tinggal di kawasan suburban.

Rencana pembangunan MRT Lebak Bulus-Serpong ini juga tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, khususnya dalam proyek pembangunan Jakarta Metropolitan Mass Rapid Transit Koridor Timur-Barat yang mencakup wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Pembangunan koridor ini melibatkan Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Banten, dan PT MRT Jakarta.