Kumparan Logo

Suahasil Catat Modal Asing Masuk Rp 131,1 T, Sebut Kepercayaan Investor Terjaga

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkeu Suahasil Nazara (kedua kiri) didampingi Wamenkeu Nurkholisoh Ibnu Aman (kiri), Juda Agung (kedua kanan), dan Luky Alfirman (kanan) menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Suahasil Nazara (kedua kiri) didampingi Wamenkeu Nurkholisoh Ibnu Aman (kiri), Juda Agung (kedua kanan), dan Luky Alfirman (kanan) menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan kepercayaan investor global masih kuat terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Menurutnya, hal itu ditunjukkan oleh berlanjutnya lonjakan arus modal asing atau capital inflow.

Suahasil mencatat total akumulasi modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik telah mencapai Rp 131,1 triliun dari awal Januari hingga 8 Oktober 2026.

“Ini disebabkan utamanya melalui SBN. SBN sudah menjadi lebih atraktif dan kemudian bisa mengundang inflow Rp 36,7 triliun termasuk selama enam hari di bulan Oktober sudah mengundang hampir Rp 8 triliun,” jelas Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (9/10).

Ia mencatat pergerakan inflow sempat terkoreksi di triwulan I, melonjak tajam pada triwulan II, lalu memoderasi di triwulan III. Masuk ke triwulan IV, daya tarik instrumen domestik tetap kuat dengan catatan inflow tambahan hampir Rp 8 triliun hanya dalam rentang pekan pertama Oktober 2026.

Suahasil mengatakan masuknya dana asing ini didorong utama oleh efektivitas Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). “SRBI juga mengundang inflow Rp 178,6 triliun,” ungkap Suahasil.

Meski pasar saham masih mencatatkan aksi jual bersih asing atau outflow senilai Rp 84,2 triliun sepanjang tahun berjalan, Suahasil menilai kondisi tersebut masih terkendali.

“Nah perkembangan ini mencerminkan daya tarik aset rupiah, kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi makro yang tetap kita jaga,” tegas Suahasil.