Suasana Pasar Aceh yang Diserbu Warga Jelang Lebaran

Berburu baju Lebaran adalah salah satu momen paling seru di bulan Ramadhan, warga berlomba membeli ragam jenis pakaian agar bisa tampil maksimal dan menarik menyambut hari raya Idul Fitri.
Memasuki hari ke-22 Ramadhan, pusat perbelanjaan Pasar Aceh di kawasan Peunayong, Banda Aceh ramai dipadati warga. Mereka tak hanya dari ibu kota tapi juga dari berbagai daerah di Aceh.
Pantauan kumparan, parkiran roda dua dan empat penuh hingga ke badan jalan. Warga yang hadir ke sana tidak hanya memburu toko-toko baju, namun juga membeli kue atau makanan Lebaran.
Ira Agustina (38), salah seorang pedagang baju gamis di Pasar Aceh, mengaku lonjakan pembeli saat ini jauh lebih ramai daripada sebelumnya. Diperkirakan aktivitas pengunjung tersebut akan meningkat sepekan menjelang Lebaran.
“Karena Lebaran kan enggak lama lagi, jadi warga mulai fokus berbelanja untuk kebutuhan Lebaran keluarganya,” kata saat ditemui kumparan, Senin (27/5).
Ira mengatakan, di Pasar Aceh pembeli tak hanya warga Banda Aceh dan Aceh Besar, namun juga datang dari berbagai daerah. Kepadatan pengunjung ini meningkat 10 kali lipat dari hari-hari biasa.
“Seperti mereka yang berprofesi PNS belanja kemari (Banda Aceh) sambil jalan-jalan gitu karena THR kan sudah cair. Saat ini memang mulai padat, karena takut mendekati Lebaran harga pada naik,” ujarnya.
Pada momen Idul Fitri kali ini terjadi perubahan tren pembeli pada tingkat remaja atau anak muda. Ira mengaku, tahun ini kalangan milenial lebih memilih untuk belanja di toko online daripada langsung ke Pasar Aceh.
“Mungkin karena pengaruh tren dan teknologi juga ya. Untuk pembeli anak muda itu memang terasa menurun tapi kalau emak-emak masih seperti biasa,” ungkapnya.
Di samping itu, seorang pedagang lainnya Dhea (28) mengaku pakaian paling banyak diminati tahun ini adalah baju gamis atau pakaian muslimah model kaftan, dan model Zaskia Sungkar yang saat ini sedang tren.
“Kalau untuk anak muda itu yang paling banyak diburu ditambah model fashion Nisa Sabyan. Tapi kalangan ibu-ibu baju gamis biasa aja karena mereka enggak mau ribet. Fashion muslimah tapi modelnya lebih simpel,” katanya.
Ira dan Dhea tidak mau berbicara banyak soal omzet yang mereka dapatkan selama Ramadhan. Namun kedua pedagang ini mengaku kalau penghasilan mereka meningkat drastis dari hari-hari biasa.
“Alhamdulillah meningkat dari hari biasa rezeki sudah diatur sama Allah,” pungkas Ira.
