Subsidi Ongkir Rp 500 Miliar dari Pemerintah Diprediksi Kerek Belanja Online

Pemerintah berencana memberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) dalam Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang akan diselenggarakan pada H-10 dan H-5 Idul Fitri 2021. Tak tanggung-tanggung subsidi yang bakal dikucurkan nilainya mencapai Rp 500 miliar.
Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) pun menyambut baik rencana tersebut. “Kami tentu menyambut baik rencana pemerintah ini. Ini bentuk dukungan nyata pemerintah dalam mendorong perekonomian masyarakat,” ujar Ketua Umum idEA Bima Laga kepada kumparan, Kamis (7/4).
Bima menilai subsidi ongkir ini diberikan pada momentum yang tepat. Sebab menjelang Lebaran, kebutuhan konsumsi masyarakat biasanya naik signifikan. “Tentu hal ini akan memberi dampak positif juga bagi industri digital,” ujarnya. Meski demikian, Bima belum bisa merinci seberapa besar kenaikan belanja online dengan adanya subsidi ongkir.
Menurutnya pihaknya masih akan mencermati dahulu skema subsidi ongkir yang akan diberikan oleh pemerintah. “Seberapa besar? Tentu belum bisa kami proyeksikan lantaran masih harus dilihat mekanisme pelaksanaannya nanti,” ujar Bima.
Hal senada juga disampaikan oleh Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo). Ketua Umum Asperindo M Feriadi mengatakan adanya subsidi ongkir akan membuat industri logistik juga turut kecipratan berkah.
Sebab menurut Feriadi subsidi ongkir akan mengerek transaksi belanja online di e-commerce dan pada akhirnya akan menaikkan jumlah paket kiriman.
“Adanya subsidi ongkir diharapkan dapat meningkatkan transaksi, yang pada akhirnya terjadi peningkatan jumlah kiriman,” ujar Feri. Meski demikian pihaknya juga belum bisa berkomentar lebih jauh lantaran belum mendapat informasi detail mengenai rencana subsidi ongkir tersebut. “Saya belum mendapat info ini secara lengkap jadi belum bisa memberi banyak komentar,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana memberikan subsidi ongkir pada Harbolnas jelang lebaran nanti. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menyediakan dana Rp 500 miliar untuk mensubsidi ongkir Harbolnas. Subsidi ongkir nantinya hanya akan berlaku untuk pembelian produk dalam negeri lewat e-commerce. Meski demikian Airlangga belum merinci soal skema pemberian subsidi ongkir tersebut.
