Kumparan Logo

Subsidi Solar Rp 1.000 per Liter di 2024, Harga Aslinya Ternyata Rp 11.250

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas SPBU mengisi BBM jenis solar subsidi di salahsatu SPBU, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/5/2023). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Petugas SPBU mengisi BBM jenis solar subsidi di salahsatu SPBU, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/5/2023). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Kementerian ESDM mengatakan subsidi Solar dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2024 ditetapkan sebesar Rp 1.000 per liter. Saat ini, harga BBM Solar masih dibanderol Rp 6.800 liter, belum berubah sejak awal September 2023.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menuturkan, subsidi Solar Rp 1.000 per liter di tahun 2024 ini lantaran harga keekonomian BBM tersebut ternyata Rp 11.250 per liter.

"Subsidi tetap solar dalam RAPBN 2024 kami mengusulkan subsidi tetap Rp 1.000 per liter, hal ini perlu dilakukan mengingat harga keekonomian Solar mencapai Rp 11.250 per liter sedangkan Rp 6.800 harga jual ecerannya," jelasnya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Kamis (31/8).

embed from external kumparan

Arifin menuturkan, minyak Solar masih banyak digunakan untuk transportasi darat, laut, kereta api dan usaha perikanan, pertanian, usaha mikro dan pelayanan umum.

"Sehingga perlu menjaga harga jual eceran minyak Solar," tegasnya.

Adapun pemerintah telah mengusulkan volume BBM subsidi dalam RAPBN 2024, yaitu 19,58 juta kiloliter (KL), terdiri dari minyak tanah 0,8 juta KL dan minyak Solar 19 juta. Kemudian, volume LPG 3 kg sebesar 8,03 juta metrik ton.

Arifin melanjutkan, subsidi listrik pada RAPBN 2024 diusulkan Rp 73,24 triliun dengan asumsi harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) USD 80 per barel dan nilai tukar Rp 15 ribu per dolar AS.

Kegiatan produksi hulu migas berlangsung di Anjungan Central Plant dan Anjungan Bravo Flow Station Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ), lepas pantai utara Subang, Laut Jawa, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Ada Penambahan Produksi Migas di 2024

Arifin menuturkan, target lifting minyak dan gas bumi pada RAPBN 2024 diusulkan sebesar 1.658 ribu juta barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD) yang terdiri dari minyak bumi sebesar 625 ribu bopd dan gas bumi ekuivalen dengan 1,33 juta boepd.

"Terdapat potensi penambahan produksi minyak bumi tahun 2024 sebesar 10.762 barel per hari yang berasal proyek Tangguh Train 3, optimalisasi pengembangan lapangan Pertamina Hulu Kalimantan Timur dan juga operasi pengembangan Sanga-Sanga ramp up, Lapangan Haur Gede," jelasnya.

Sementara potensi penambahan produksi gas bumi di tahun 2024 sebesar 329,78 juta standar kaki kubik per hari (MMSFD), berasal dari proyek Tangguh Train 3, OPLL Sanga-Sanga, proyek Duyung Faclity Optimasi, proyek fasilitas produksi Anoa hub dan Centra Secanggang.

Adapun target cost revovery di tahun 2024 yang diusulkan adalah USD 8,25 miliar. Hingga Juli 2023, realisasinya sebesar USD 4 miliar atau 48 persen dari target APBN sebesar USD 8,25 miliar dan outlook 2023 sebesar USD 8,2 miliar.