Sudah Ada Saudi Airlines, Pangeran MbS Bikin Lagi Maskapai Baru
·waktu baca 2 menit

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman alias Pangeran MbS, membangun maskapai penerbangan baru yang diberi nama Riyadh Air. Sesuai namanya, maskapai penerbangan ini berbasis di Riyadh, Arab Saudi.
Pendanaan maskapai Riyadh Air ini sepenuhnya dibiayai dana investasi publik (PIF).
Saudi Gazette melansir, pembentukan maskapai nasional yang baru di Arab Saudi ini bertujuan menjadikan Riyadh sebagai pintu masuk untuk transportasi, perdagangan dan pariwisata.
"Riyadh Air akan dipimpin Gubernur PIF Yasir Al-Rumayan. Sementara Tony Douglas ditunjuk menjadi Chief Executive Officer," tulis laporan tersebut dikutip Senin (13/3).
Riyadh Air diniatkan menjadi maskapai penerbangan kelas dunia. Seluruh armada pesawat canggih dan dilengkapi dengan teknologi mutakhir.
Maskapai ini diharapkan menambah hingga USD 20 miliar untuk pertumbuhan PDB non-minyak, dan menciptakan lebih dari 200.000 lapangan pekerjaan baru.
Sebagai anak perusahaan PIF, maskapai penerbangan yang baru ini bersiap untuk membidik investasi dan keuangan PIF sembari mengembangkan operasi perusahaan untuk menjadi maskapai penerbangan nasional terkemuka.
Pembentukan Riyadh Air ini menjadi salah satu investasi teranyar PIF di sektor penerbangan, sejalan dengan masterplan Bandara Internasional King Salman yang baru saja diumumkan.
Riyadh Air ditarget meningkatkan perjalanan pelanggan sambil dengan menghubungkan ke lebih dari 100 tujuan di seluruh dunia pada tahun 2030. Maskapai juga menawarkan kesempatan untuk mengunjungi atraksi budaya dan alam Arab Saudi kepada seluruh wisatawan dunia.
Saat ini, Arab Saudi sudah memiliki maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines atau yang dikenal juga dengan nama Saudia. Maskapai ini sudah ada sejak tahun 1945.
