Kumparan Logo

Sudah Danai 250 Investasi, Begini Cara East Ventures Bidik Potensi Investasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi startup. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi startup. Foto: Shutter Stock

Perusahaan modal ventura atau venture capital (VC), East Ventures, mencatat telah mendanai total 250 perusahaan rintisan atau startup di kawasan Asia Tenggara, tidak terkecuali di Indonesia, sejak berdiri di tahun 2009.

East Ventures merupakan investor pertama beberapa unicorn Indonesia, yakni Tokopedia dan Traveloka. Startup lainnya yang tergabung dalam portofolio perusahaan adalah Ruangguru, SIRCLO, Loket, Tech in Asia, Xendit, IDN Media, Sociolla, dan lain sebagainya.

Partner East Ventures, Melisa Irene, menjelaskan lebih lanjut bagaimana cara bekerja VC untuk menyokong pendanaan startup. Dia pun memberikan panduan untuk lebih memahami cara East Ventures berinvestasi.

Melissa mengatakan, VC umumnya merupakan investor swasta yang menyediakan pendanaan ke perusahaan startup tahap awal (early stage) yang diyakini memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Hal ini lantaran banyak startup tahap awal menghadapi keterbatasan modal dan kesulitan mengakses pembiayaan dari bank.

Ilustrasi Traveloka. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Sejak investasi awal East Ventures, dia berkata pihaknya telah menetapkan ciri khas sebagai perusahaan VC sektor-agnostik, artinya tidak hanya fokus pada sektor tertentu.

“Faktor kunci dari investasi kami adalah ukuran dari total target pasar (TAM). Founder hebat yang beroperasi di sektor besar, dan masih memiliki ruang untuk berkembang adalah kombinasi sempurna,” jelas Melisa melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (14/1).

Melissa melanjutkan, tesis investasi East Ventures menekankan pada kombinasi dari dua pola berikut, yaitu tren yang sudah terjadi di pasar yang lebih matang, dan adaptasi pasar lokal terhadap tren baru tertentu.

Ilustrasi startup. Foto: Shutter Stock

Lebih lanjut, dia menambahkan setiap perusahaan VC memiliki strategi mereka sendiri untuk menilai potensi investasi dan valuasi startup. East Ventures memiliki beragam strategi untuk mengevaluasi potensi investasi dan valuasi startup.

"Sebagai platform holistik, kami tidak hanya mempertimbangkan startup tahap awal (early stage), tetapi juga menyediakan pendanaan untuk startup tahap lanjutan (growth stage)," kata Melissa.

Simak kriteria startup serta founder-nya yang menarik bagi East Ventures

Startup tahap awal:

  • Founder yang memiliki karakter kuat, berintegritas, bijak, memiliki self-awareness yang tinggi, dan paradoxical trait.

  • Potential market. Sektornya besar dan memiliki ruang bertumbuh.

Startup tahap lanjutan:

  • Model bisnis dan produk/layanan yang terbukti. Perusahaan dapat mendemonstrasikan pertumbuhan penghasilan yang berkelanjutan dengan unit ekonomi yang sehat.

  • Pertumbuhan yang kuat dan titik infleksi pada pelanggan/pengguna, didukung dari fundamental yang kuat, dapat menunjukkan pelanggan aktif yang kuat dan respons positif, bersama dengan metrik retensi dan kelompok pengguna.

  • Pemimpin di pasar regional/juara sektor yang kuat melewati hambatan awal. Kepemimpinan yang dapat dibuktikan berdasarkan pangsa pasar, jumlah pengguna, dan lainnya, di sektor perusahaan atau geografi operasi.