Kumparan Logo

Suka Cicipi Kopiko dan Torabika, Jokowi Ingin Ekspornya Dipermudah

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo didampingi Dirut PT. Mayora Andre Sukendra Atmadja melakukan pelepasan kontainer ekspor yang ke-250.000 di PT Torabika Eka Semesta, Tangerang, Senin (18/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo didampingi Dirut PT. Mayora Andre Sukendra Atmadja melakukan pelepasan kontainer ekspor yang ke-250.000 di PT Torabika Eka Semesta, Tangerang, Senin (18/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin segala kegiatan ekspor dipermudah, termasuk ekspor makanan dan minuman produk PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Hal itu diungkapkan Jokowi, saat melepas ekspor kopi saset ke Filipina.

Dalam kesempatan itu, Presiden memuji Mayora yang secara konsisten mengekspor produknya ke berbagai negara. Ekspor kali ini merupakan yang ke-250.000 kali. Sebelumnya, produsen peremen Kopiko, kopi Torabika, dan biskuit cokelat Beng-beng ini juga mengekspor ke Rusia.

"Saya kira regulasi untuk ekspor hampir dikatakan semuanya disederhanakan, investasi- investasi yang berkaitan dengan barang-barang ekspor atau produk produk subtitusi impor juga diberikan kemudahan," katanya di pabrik Mayora di Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (18/2).

Menurutnya, kemudahan ekspor sangat penting karena menjadi salah satu seumber pertumbuhan ekonomi, selain investasi. Apalagi pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman cukup tinggi, yakni 9 persen di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,17 persen.

Dia juga mengungkapkan, sesekali mencicipi produk Mayora, seperti permen Kopiko dan Torabika. "Cicipi Kopiko, Torabika. Kalau Beng-beng anak-anak ini," kata Jokowi sambil tertawa.

com-Torabika Cappucino di Rusia Foto: Torabika

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh program ekspor hasil olahan dalam negeri. Produk Mayora sendiri sudah diekspor ke sekitar 100 negara di Eropa, Asia, dan Asia.

Bagi Jokowi, hal-hal itu dapat memperbaiki neraca perdagangan di dalam negeri. Namun, jika ke depannya nanti terdapat kesalahan maka Jokowi pun terbuka untuk mengoreksinya.

"Karena memang kunci di situ untuk memperbaiki neraca perdagangan kita, memperbaiki neraca transaksi kita," jelasnya.

"Semua sudah mengarah hanya memang nanti misalnnya ada hal-hal yang gak baik perlu dikoreksi ya kita koreksi. Yang paling penting kecepatan ekspor harus didorong," pungkasnya.