Sukamdani Ingin Pendidikan Menghasilkan Wirausahawan Tangguh

Pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono meninggal dunia dalam usia 89 tahun, pada Kamis (21/12). Salah satu bisnisnya yang cukup populer, adalah perhotelan yakni Hotel Sahid dan Hotel Sahid Jaya International, sesuai dengan nama sang pemilik.
Di luar bidang bisnis, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dua periode (1982-1985 dan 1985-1988) ini juga diketahui sangat peduli dengan pendidikan. Ayah dari Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi BS. Sukamdani ini, juga diketahui mendirikan sejumlah lembaga pendidikan.
Dia menilai pendidikan dan bisnis bisa saling memperkuat. Menurutnya, pendidikan bisa mengantarkan masyarakat Indonesia menjadi wirausahawan yang tangguh.

Salah satu lembaga pendidikan yang didirikannya adalah Pondok Pesantren Modern Sahid, yang menempati area seluas 72 hektare di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sukamdani ingin santri-santri juga bisa menjadi pengusaha. Di dalam pesantren, ia menumbuhkan etos kerja keras dan etos keilmuan. Dari kegiatan ini, Sukamdani ingin menyiapkan kader bangsa berbudi agar bisa menghidupi keluarga dan bangsa.
Sukamdani yang mengawali pekerjaan sebagai pamong praja di Kecamatan Grogol, Sukoharjo ini, juga merupakan pendiri Universitas Sahid, sejumlah Sekolah Tinggi Sahid, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lembaga-lembaga pendidikannya itu dikelola melalui Yayasan Sahid.
Universitas Sahid sendiri didirikan di dua kota, yakni Jakarta dan Surakarta. Di bawah yayasan ini, juga ada Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Jakarta, STP Sahid Surakarta, STP Sahid Bintan, dan STIE Sahid di Bali. Yayasan juga mengelola sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Untuk komitmen yang tinggi pada dunia pendidikan, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo pun mengganjar Sukamdani dengan penghargaan “Dharma Bhakti Parasamya Nugraha”. Penghargaan yang diberikan pada 2014 itu diberikan, karena Sukamdani juga dianggap berjasa telah turut merintis pendirian universitas tersebut.
Penghargaan tersebut merupakan bagian dari 15 tanda jasa dan bintang kehormatan, yang diterima sepanjang hidupnya.
