Suku Bunga Acuan BI 4 Persen, Terendah Sepanjang Masa

Bank Indonesia hari ini kembali memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Day Repo Rate 25 basis poin menjadi 4 persen di Juli 2020. Suku bunga ini merupakan yang terendah sepanjang masa pemberlakuan BI 7 Day Repo Rate sejak April 2016.
Mengutip data BI, di April 2016 suku bunga acuan BI 7 day Repo Rate sebesar 5,5 persen. Sementara bunga acuan BI 7 Day Repo Rate tertinggi berada di level 6 persen, yakni pada November 2018 hingga Juni 2019.
Jika mundur kembali di era bunga acuan masih menggunakan BI Rate sejak 1995-2016, suku bunga 4 persen ini juga merupakan yang terendah. Sementara level BI Rate tertinggi di Juli 1988 sebesar 70,81 persen.
Namun, tak ada pernyataan dari dewan gubernur mengenai bunga acuan terendah sepanjang masa ini.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan, keputusan untuk menurunkan suku bunga acuan itu sejalan dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah hingga stabilitas eksternal yang terjaga.
"Dan sebagai langkah lanjutan untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19," kata Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/7).
Inflasi selama Juni 2020 tercatat 0,18 persen secara bulanan (mtm) atau 1,96 persen secara tahunan (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,19 persen (yoy).
Untuk stabilitas eksternal, bank sentral memperkirakan aliran masuk modal asing kembali berlanjut. Meskipun pada awal Juli 2020 sempat menurun akibat kenaikan ketidakpastian pasar keuangan global.
"Prospek berlanjutnya aliran masuk modal asing dipengaruhi besarnya likuiditas global, sejalan pelonggaran kebijakan moneter negara maju serta tingginya daya tarik aset keuangan domestik dan tetap terjaganya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik," jelasnya.
Dalam narasi Perry Warjiyo kali ini tak seperti bulan-bulan sebelumnya mengenai ruang penurunan suku bunga. Perry menjelaskan, penurunan suku bunga ke depannya akan sangat ditentukan sejumlah indikator, mulai dari tekanan inflasi hingga pemulihan ekonomi.
"Untuk suku bunga ke depan? Tentu saja akan kita lihat bagaimana pola pemulihan ekonomi ke depan dan dampaknya ke inflasi di masa COVID-19 ini. Kita sering update dan cermati data terbaru untuk update berbagai perkembangan yang ada dan tentu saja itu bagaimana kita merespons suku bunga," tambahnya.
