Suku Bunga Kredit Sudah Turun, BI Minta Pengusaha Mulai Pinjam Dana ke Bank

Bank Indonesia (BI) menilai suku bunga dasar kredit perbankan saat ini sudah mulai turun. Untuk itu, para pelaku usaha dinilai tak perlu ragu lagi untuk meminjam dana ke bank.
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, suku bunga dasar kredit dengan kebijakan suku bunga acuan BI sudah turun 3,9-4 persen, dari sebelumnya di kisaran 4,25 persen. Menurutnya, hanya dalam waktu dua bulan saja suku bunga dasar kredit perbankan mulai turun.
“Jadi artinya ini positif. Sehingga harusnya kalau dalam suku bunga dasar kredit yang turun ini, tentunya akan memberikan insentif kepada borrowers terhadap pelaku maupun korporasi untuk memulai start berpikir untuk melakukan pinjaman pada perbankan,” ujar Dody dalam webinar Akurat dengan tema 'Menakar Efektivitas Stimulus Ekonomi dalam Mengungkit Perekonomian di Masa Pandemi,’ Selasa (4/4).
Dia melanjutkan, dengan adanya pembiayaan dari pemerintah yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, dunia usaha kembali bertumbuh. Dody pun berharap, korporasi mulai mengajukan pembiayaan modal kerja kepada perbankan lantaran likuiditas perbankan sangat mencukupi untuk memberikan pembiayaan.
“Sehingga dengan penurunan suku bunga dasar kredit akan memberikan selisih terhadap suku bunga deposito yang tadinya dikisaran 10 persen sekarang bertahap turun ke 9 persen,” jelasnya.
Kepala Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Enrico Hariantoro menuturkan, sudah ada tanda-tanda pemulihan ekonomi. Hal ini terlihat dari tingkat restrukturisasi kredit yang semakin melandai.
“Kami tentunya tidak ingin restrukturisasi kredit berlangsung berkepanjangan, karena ini juga tidak sehat. Kita tahu ini adalah obat sementara, stimulus sementara, dan nanti pada saatnya kondisi sudah normal semua akan kembali dengan peraturan yang dikondisikan seperti normal,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar, Misbakhun, menyebut tren pemulihan ekonomi nasional saat ini sudah mulai membaik. Hal itu seiring dengan proses vaksinasi yang telah dan terus dilakukan pemerintah kepada masyarakat Indonesia.
"Salah satu penyebab utama dari krisis kita saat ini adalah pandemi, dan pandemi inilah sebenarnya yang harus kita tangani dulu. Dan saya bersyukur pemerintah dalam perjalanan setahun kita itu menghadapi pandemi ini sudah mulai kelihatan trennya," kata Misbakhun.
Bahkan katanya, sekarang pemerintah melakukan upaya yang sangat serius dalam penanganan pandemi, baik dari sisi kesehatan, sosial, dan ekonomi.
“Konsumsi mulai naik berkat upaya pemerintah dalam menyalurkan berbagai stimulus, misalnya stimulus bantuan sosial, di bidang kesehatan, korporasi, stimulus untuk bidang fiskal perpajakan hingga stimulus transfer daerah dalam program PEN,” pungkasnya.
