Surati Jokowi, Insan Film Indonesia Minta Bantuan Stimulus hingga Subsidi

Industri film Indonesia masih terpuruk lantaran pandemi COVID-19 masih belum teratasi. Bioskop pun kini masih sepi pengunjung dan operasionalnya dibatasi, baik dari sisi jumlah penonton maupun jam tayang.
Dengan beratnya kondisi selama setahun ini, insan perfilman Indonesia mulai kehabisan napas. Melalui surat terbuka, para insan perfilman dari berbagai asosiasi pun meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Surat terbuka tersebut juga diposting ulang oleh aktris kenamaan Indonesia, Dian Sastrowardoyo. Melalui akun instagramnya @therealdisastr, Dian membubuhkan caption pada unggahan surat terbuka itu.
“SURAT UNTUK PRESIDEN. Film Indonesia adalah milik kita semua, yang telah menjadi sahabat di banyak waktu, menjadi perekam banyak peristiwa bangsa untuk bisa kita jadikan renungan di kemudian hari. Membuat kita tertawa, terharu, terhibur, bahkan memandang diri kita,” tulis Dian mengawali caption dalam postingannya, Sabtu (6/3).
Dian menyatakan sebelum pandemi melanda, perfilman Indonesia sedang menuju puncak kejayaannya. Hal tersebut merupakan sebuah pencapaian positif sebagai hasil kerja keras dari puluhan ribu pekerja industri film Tanah Air. Bagi Dian, Film Indonesia telah berhasil membawa wajah Indonesia ke penjuru dunia.
Sayangnya semua prestasi tersebut musnah akibat pandemi COVID-19. Dian pun menyatakan kerinduannya serta seluruh insan perfilman Tanah Air untuk bisa kembali berkarya. Namun di masa yang sulit ini, Dian mengatakan industri film butuh uluran tangan dan perhatian pemerintah.
“Film Indonesia bukan saja hiburan, tapi juga penyandang budaya. Kami ingin kembali bisa berkarya, untuk bisa menginspirasi dan membuka mata. Kami memohon dukungan Bapak Presiden Joko Widodo @jokowi. Dan seluruh rakyat Indonesia. #FilmlndonesiaFilmKita,” ujarnya.
Mengutip postingan Dian Sastro, dalam surat terbuka itu, para insan film mengaku sangat terpukul karena pandemi. Bahkan kini mereka tengah kesulitan bertahan hidup.
“Seperti juga berbagai sektor industri lain, industri film kini mengalami pukulan keras di tengah pandemi Covid-19. Puluhan ribu pekerjanya kesulitan bertahan hidup akibat proses pra hingga pasca produksi film yang terhambat,” tulis para insan film.
Mereka mengatakan industri film saat ini sudah kehilangan potensi pemasukan terbesarnya, karena bioskop kesulitan bertahan di tengah pandemi. Sebab meski sudah diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas hanya 50 persen, ternyata masyarakat masih takut pergi ke bioskop.
Akibatnya karyawan bioskop yang besar jumlahnya dan tersebar di seluruh Indonesia makin terancam kehilangan pekerjaan. Sementara itu, pembajakan film yang di masa pandemi ini kian merajalela. Hal ini pun mengancam masa depan industri film Indonesia. Padahal selama ini industri film diklaim telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
Seperti yang dituliskan Dian Sastro dalam caption, surat terbuka itu juga menuliskan soal masa kejayaan perfilman Indonesia tepat sebelum pandemi melanda. Mereka mengatakan, kejayaan perfilman Indonesia dimulai sejak Jokowi membuka Daftar Negatif Investasi di bidang perfilman di tahun 2016.
Sejak itu perfilman Indonesia memasuki era baru. Jumlah penonton pun terus meningkat dengan pertumbuhan 20 persen per tahun selama 4 tahun terakhir sebelum pandemi. “Pertumbuhan ini kemudian menjadikan Indonesia sebagai pasar film nomor sepuluh terbesar di dunia dengan nilai pasar sebesar 500 juta dolar AS di akhir tahun 2019,” isi surat tersebut.
Sayangnya lagi-lagi semua sirna sejak pandemi COVID-19. Meski demikian, para insan perfilman sejatinya tidak menyerah. Mereka menyatakan keinginannya untuk bisa bertahan di masa pandemi ini dan bisa berkarya kembali. Namun insan perfilman pun membutuhkan perhatian pemerintah. Mereka pun meminta pemerintah mengalokasikan bantuan untuk insan perfilman.
“Kami sangat sangat berharap koordinasi pemerintah Indonesia melalui kementerian yang terkait di Kabinet Indonesia Maju dan Satuan Tugas Covid-19 untuk bisa memberikan bantuan kepada perfilman Indonesia melalui berbagai paket stimulus, subsidi, serta perlindungan hukum dan kesehatan,” tulis mereka.
Insan film mengatakan dukungan dari pemerintah sangat berarti karena akan membuat mereka bisa terus bekerja membuat film, menayangkannya, dan memberikan rasa aman ke penonton untuk kembali ke bioskop.
“Dengan bantuan pemerintah Indonesia, kami, seluruh insan perfilman Indonesia siap mempertahankan dan menyelamatkan perfilman Indonesia. Kami siap menyelamatkan investasi besar identitas budaya Indonesia. Hormat kami, Insan Film Indonesia,” tutup surat tersebut.
Adapun surat tersebut juga ditujukan kepada sejumlah kementerian seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian , Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Menko Maritim dan Investasi) , Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jajaran Kabinet Indonesia Maju dan Satuan Tugas Covid-19.
