Kumparan Logo

Survei BI: Harga Properti Residensial Tumbuh 0,90 Persen pada Kuartal II 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock

Bank Indonesia (BI) mencatat harga properti residensial pada kuartal II 2025 tumbuh sebesar 0,90 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Meski naik secara tahunan, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan hasil survei BI itu menunjukkan hasil lebih rendah jika dibandingkan pada kuartal I 2025 yang ada di 1,07 persen yoy.

“Perkembangan harga properti tersebut dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan penjualan unit properti residensial tipe kecil di pasar primer, sementara penjualan rumah tipe besar dan menengah mengalami kontraksi,” kata Denny dalam keterangan tertulis pada Rabu (6/8).

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro dan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam Taklimat Media, Rabu (26/3/2025). Foto: Ave Airiza/kumparan

Pada kuartal II 2025, penjualan unit properti residensial di pasar primer juga mengalami kontraksi sebesar 3,80 persen secara yoy. Sebelumnya, penjualan sempat tumbuh 0,73 persen secara yoy di kuartal I 2025.

Dari segi pembiayaan, BI mencatat dana internal pengembang masih menjadi sumber utama pembangunan properti residensial. Sumber tersebut memiliki pangsa sebesar 78,36 persen.

Selain itu, dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer masih lebih banyak dilakukan dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Skema tersebut memiliki pangsa 73,06 persen dari total pembiayaan.