Kumparan Logo

Survei Ipsos: Bank Digital Masih Dilirik, Pengguna Didominasi Gen Z-Milenial

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Mobile Banking. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mobile Banking. Foto: Shutterstock

Survei Ipsos Indonesia terbaru menunjukkan bahwa kemudahan pembayaran QRIS dan isi ulang dompet digital (e-wallet) menjadi faktor utama masyarakat memilih layanan bank digital. Tren ini menegaskan bahwa layanan finansial berbasis aplikasi kian menjadi bagian penting dalam aktivitas keuangan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Survei yang dilakukan secara online pada Januari-Februari 2025 melalui Ipsos Digital Platform, melibatkan 300 responden berusia 18–55 tahun dari berbagai wilayah Indonesia. Seluruh responden merupakan pengguna internet aktif yang memiliki akun bank digital dan menggunakannya setidaknya sekali dalam sebulan.

Berdasarkan laporan hasil survei, Minggu (21/9), sebanyak 48 persen responden merasa puas dengan kemudahan pembayaran QRIS melalui SeaBank, disusul oleh Superbank (45 persen), dan Neo Bank (45 persen). Sementara itu, 53 persen responden menyatakan puas dengan kemudahan top-up e-wallet di SeaBank, diikuti Bank Jago (46 persen) dan Superbank (44 persen).

Selain dua faktor tersebut, gratis transfer antar-bank juga menjadi daya tarik tersendiri, dengan 51 persen responden menilai fitur ini memuaskan di SeaBank, dibandingkan 48 persen di Superbank dan 42 persen di Neo Bank.

Keamanan dan kemudahan interkoneksi dengan aplikasi digital lainnya, tercatat 53 persen puas dengan SeaBank, dilanjutkan dengan Bank Jago sebanyak 45 persen dan Allo Bank 41 persen.

Ilustrasi pembayaran melalui QRIS atau QR Code. Foto: Shutterstock

Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla, menilai kepercayaan menjadi landasan penting di tengah tren digitalisasi perbankan.

“Di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya sikap waspada konsumen, masyarakat semakin mencari layanan finansial yang aman, transparan, dan efisien. Fakta bahwa aplikasi bank digital kian dipilih dalam transaksi sehari-hari memperlihatkan pentingnya kepercayaan dan kemudahan bertransaksi digital di Indonesia,” katanya.

Gen Z dan milenial tercatat sebagai pengguna paling aktif, dengan frekuensi 1–10 kali penggunaan per bulan. Aktivitas mereka meliputi transfer, menabung, pembayaran tagihan, hingga top-up e-wallet.

“Bank digital bukan hanya tentang transaksi, tetapi juga membangun relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, generasi muda akan semakin dominan dalam membentuk arah perkembangan ekosistem perbankan digital di Indonesia,” jelasnya.

Dengan tren ini, bank digital diperkirakan akan terus memperluas peranannya dalam sistem keuangan Indonesia, menjawab kebutuhan masyarakat yang mengutamakan efisiensi, keamanan, dan integrasi digital.

“Bank digital bukan hanya mengenai kemudahan bertransaksi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Di masa yang akan datang, kami melihat peran generasi muda akan semakin dominan dalam membentuk arah perkembangan ekosistem perbankan digital di Indonesia,” tambahnya.