Survei KKI: Masyarakat Lebih Pilih Pakai Gojek daripada Grab

2 Agustus 2019 7:42 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
zoom-in-whitePerbesar
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Masyarakat kini memiliki beragam pilihan moda transportasi darat, seiring dengan adanya transportasi berbasis online.
ADVERTISEMENT
Namun hasil survei yang dilakukan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengenai “Preferensi Konsumen terhadap Layanan Moda Transportasi Darat Urban di Indonesia" menunjukkan bahwa konsumen tak hanya mengincar promo murah, tapi juga memilih layanan yang aman dan nyaman.
Hasil survei dilakukan KKI pada periode Februari-April 2019 dengan melibatkan 625 responden yang berada di 15 kabupaten/kota di enam provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Bali, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Dari hasil survei KKI tersebut, terdapat empat moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat urban, yaitu ojek online, taksi online, bus Trans, dan KRL.
Secara rinci, konsumen yang memilih layanan ojek online ternyata lebih banyak menggunakan aplikasi Gojek, yakni mencapai 36 persen. Disusul oleh Grab yang mencapai 32 persen, dan yang memanfaatkan kedua aplikasi tersebut mencapai 32 persen.
ADVERTISEMENT
Ketua KKI David Tobing mengatakan, preferensi konsumen untuk memilih layanan Gojek karena keamanan dan kenyamanan yang diberikan aplikasi karya anak bangsa tersebut.
"Survei menunjukkan layanan Go-Ride dari Gojek dinilai lebih aman (56 persen), lebih diandalkan (55 persen), lebih ramah (53 persen) serta lebih nyaman dan bersih (53 persen)," ujar David dalam keterangannya dikutip kumparan, Jumat (2/8).
Logo baru Gojek. Foto: Dok. Gojek
Sementara itu, hasil survei itu juga menunjukkan preferensi konsumen untuk memilih layanan Grab tercatat lebih tinggi pada aspek keterjangkauan tarif alias lebih murah, yakni mencapai 53 persen, dibandingkan Gojek yang mencatat angka 47 persen.
Sedangkan KRL dan bus Trans dipilih responden karena kemampuannya dalam memenuhi aspek keselamatan dan keamanan konsumen. Selain juga dapat diandalkan untuk ketepatan waktu layanannya.
ADVERTISEMENT
Bagi pengguna taksi online, Gojek memiliki tingkat preferensi konsumen yang lebih tinggi dari Grab di aspek keamanan (59 persen), keandalan layanan (60 persen), keramahan (57 persen), dan kenyamanan serta kebersihan (59 persen).
Sementara itu, responden yang mengaku pernah mengalami kecelakaan pada layanan GrabBike tercatat lebih tinggi, yaitu mencapai 8,8 persen dibandingkan yang terjadi di layanan GoRide sebanyak 6,6 persen.
David mengakui, moda transportasi perkotaan saat ini semakin baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Namun demikian, transportasi urban juga seharusnya lebih mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan bagi penumpang.
“Maka dari itu, investor jangan hanya bakar duit untuk promo saja, tapi pakailah untuk meningkatkan kualitas layanan agar konsumen merasa aman dan nyaman,” jelasnya.
com-Ilustrasi driver Grab Bike menjemput penumpangnya. Foto: Dok. Grab Indonesia
Menanggapi hasil survei itu, VP Corporate Affairs Gojek Michael Say mengatakan, Gojek selalu berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang berkualitas untuk memberikan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman kepada pelanggan. Untuk itu, Gojek telah melakukan banyak upaya pencegahan, perlindungan dan penanganan yang baik bagi pengguna.
ADVERTISEMENT
Dalam upaya pencegahan, Gojek mengembangkan pelatihan dan edukasi mitra terkait topik keamanan dan kekerasan seksual. Saat ini, Gojek telah melatih 4.000 mitra di lebih dari 30 kota di Indonesia.
Selain itu, Gojek juga menjalankan tindakan perlindungan, antara lain dengan memberikan perlindungan asuransi dan pengembangan fitur keamanan pada aplikasi, yaitu fitur Tombol Darurat dan fitur Bagikan Perjalanan.
“Kepada pelaku, baik itu mitra pengemudi atau pun penumpang, Gojek akan memberi tindakan tegas. Selain melakukan putus mitra dan pemblokiran akun (penumpang), Gojek juga siap melakukan mendampingi korban apabila korban merasa perlu untuk melanjutkan kasus ini di jalur hukum,” jelasnya.
Sementara itu, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, sebelumnya mengatakan bahwa fitur berupa tombol SOS bertujuan untuk meningkatkan keselamatan bagi pengguna GrabBike dan GrabCar. Menurutnya, aspek keselamatan jadi prioritas utama yang ditawarkan perusahaannya.
ADVERTISEMENT
"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Saya sangat bahagia mengumumkan bahwa fitur tombol SOS dan pemeriksaan keamanan akan ditambahkan," kata Ridzki.