Kumparan Logo

Survei UI: KUR dan Kupedes BRI Tingkatkan Perekonomian Nasabah

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Pusat Bank BRI. (Foto: Dok. BRI)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Pusat Bank BRI. (Foto: Dok. BRI)

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dinilai penting dan memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian nasabah.

Hal itu diungkapkan oleh tim peneliti Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Budaya Universitas Indonesia (UI) yang telah melakukan survei kepada 80.090 nasabah KUR dan 95.195 nasabah Kupedes melalui kuesioner yang diisi secara online pada periode 17-20 Desember 2018.

Anggota tim Arief Wibisono Lubis mengatakan, survei dilakukan dengan konsep CSV (Creating Shared Value) yaitu suatu kerangka di mana suatu entitas bisnis dapat menciptakan nilai ekonomis dan pada saat bersamaan dapat menciptakan nilai dengan menjawab permasalahan dan tantangan yang ada di masyarakat.

“Survei ini dimaksudkan untuk melihat persepsi nasabah mengenai seberapa penting penyaluran KUR dan Kupedes dari BRI dalam membantu nasabah menciptakan shared value bagi pemangku kepentingannya,” katanya di Perpustakaan UI, Jakarta, Kamis (27/12).

Arief melanjutkan, ada tiga tingkatan CSV yang diterapkan dalam survei yakni me-review produk dan pasar (Level 1), meredefinisi produktivitas pada rantai nilai (Level 2), dan mendorong pengembangan kluster (Level 3).

Diketahui, hasil persepsi CSV level 1, rata-rata skor persepsi nasabah KUR mencapai angka 4,53 dan Kupedes sebesar 4,34 dari nilai maksimal sebesar 5. Sementara pada level 2 rata-rata skor persepsi nasabah KUR adalah 4,37 dan nasabah Kupedes adalah 4,21 dari nilai maksimal. Dan pada level 3 perolehan nilai rata- rata untuk nasabah KUR adalah 4,34 dan Kupedes adalah 4,17.

Seorang pekerja mengontrol proses pembuatan lilin di Candi, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (11/12). (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja mengontrol proses pembuatan lilin di Candi, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (11/12). (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Singkatnya, kata dia, skala lebih dari 4 yang didapat dari 5 itu menunjukkan KUR dan Kupedes BRI penting bagi nasabahnya.

“Itu menunjukkan nasabah menganggap penyaluran KUR dan Kupedes BRI memiliki peran penting dalam membantu nasabah untuk menciptakan shared value sesuai levelnya masing-masing,” imbuhnya.

Merespons itu, Komisaris BRI Rofikoh Rokhim berharap, hasil survei itu bisa menjadi masukan bagi BRI dalam menjalankan tugas sebagai agen pembangunan.

Ia juga menekankan, pihaknya ke depan akan terus mendorong peran BRI bukan hanya meningkatkan ekonomi nasabah semata namun juga menjadikan nasabah berdaya dan mampu jadi penggerak ekonomi di sekitarnya.

“Maka dalam penyaluran pembiayaan, BRI tidak hanya berorientasi pada keuntungan namun juga untuk meningkatkan kesejahteraan nasabah dan pemangku kepentingan nasabah,” pungkasnya.

Tercatat, plafon KUR nasional sebesar 123,63 triliun. Dari target tersebut, BRI mendapat alokasi Rp 79,5 triliun. Hingga November 2018, untuk KUR Mikro saja BRI telah menyalurkan sebesar Rp 69,73 triliun kepada hampir 3,87 juta debitur.

Pada 2019 mendatang, pemerintah seperti diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berencana meningkatkan alokasi KUR menjadi sebesar Rp 140 triliun.