Kumparan Logo

Swasembada Beras Bukan Omon-omon, Kirim 10.000 Ton ke Palestina

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Swasembada beras digaungkan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa (23/9). Apa yang disampaikan Prabowo di forum internasional tersebut menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman bukan sekadar retorika belaka, termasuk soal Indonesia yang mengirim bantuan beras untuk Palestina.

“Kemarin kami serahkan langsung atas perintah Bapak Presiden ke Menteri Pertanian Palestina. Kita doakan merdeka, kemudian lebih sempurna. Kita kirimi makanan 10 ribu ton. Iya, sudah diserahkan, kami sudah serahkan,” kata Amran dalam Program Info A1 kumparan, Kamis (25/9).

Amran menyerahkan langsung bantuan beras secara simbolis kepada Menteri Pertanian Negara Palestina Rezq Basheer-Salimia di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, pada 7 Juli 2025.

Serah terima bantuan pangan beras 10 ribu ton secara simbolis oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada Menteri Pertanian Negara Palestina Rezq Basheer-Salimia di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (7/7/2025). Foto: Dok. Humas Kementan

Amran menekankan langkah itu merupakan bukti nyata apa yang disampaikan Prabowo di forum internasional.

“Sudah, sudah (dikirim ke Palestina). Bukan omon-omon, sudah diserahkan,” tegas Amran.

Amran mengungkapkan dukungan untuk Palestina tidak berhenti pada pengiriman bantuan beras. Ke depan, Indonesia berencana membangun kerja sama pertanian lebih luas melalui proyek klaster pertanian.

“Ke depan akan kunjungan lagi pemerintahnya, saya sudah terima suratnya. Kita akan membangun klaster pertanian, food estate. Klaster ini, padi atau hortikultura, kemudian kita kerja sama di dalam. Nanti kebutuhan pangan Palestina, kita penuhi dari Indonesia. Jadi kita kerja sama,” jelas Amran.

4 Juta Ton Pasokan Beras

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada Acara Peluncuran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pos Indonesia, Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (18/7/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Amran mengungkapkan 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi ketahanan pangan nasional. Sebab, tahun ini Indonesia tidak mengimpor beras sama sekali.

“Yang terpenting dulu ada dua hal. Satu, tidak ada impor sampai detik ini. Yang kedua adalah stok kita tahun lalu itu 1 juta lebih, sekarang kurang lebih 4 juta. Dan ini tidak bisa dibantah siapa pun. Dan ini keberhasilan kita semua,” terang Amran.

Amran menuturkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 3,9 juta ton dan diperkirakan masih di atas 3 juta ton pada akhir 2025. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Kalau ini nanti akhir tahun 3 juta ton, berarti itu beras petani Indonesia semua,” tegas Amran.

Amran menuturkan produksi beras Januari–Oktober 2025 telah mencapai 31 juta ton, meningkat dari sebelumnya 27 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini diperkirakan masih bertambah karena masih ada sawah yang belum panen.

Poster Info A1, Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad bersama Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman. Foto: kumparan