Kumparan Logo

Tabungannya di Jenius Rp 220 Juta Raib, Nasabah: Kenapa Data Telepon Bisa Bocor?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank Jenius. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank Jenius. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Satu lagi nasabah Jenius BTPN teriak kehilangan uang tabungan hingga ratusan juta rupiah. Seorang nasabah Jenius, Candra Wirawan, mengaku kehilangan uang tabungan Rp 220 juta.

Duit tersebut raib tak lama setelah ia mendapatkan panggilan telepon dari oknum yang mengaku call center Jenius. Dengan segala gelagat meyakinkan, si penipu meminta nasabah untuk mengisi formulir.

Setelah kemudian sadar telah terpedaya, Candra kemudian berkali-kali menghubungi layanan servis BTPN. Ia sangat menyayangkan lambatnya proses aduan hingga permintaan pemblokiran rekening tersebut dieksekusi.

kumparan post embed

Sejak kejadian pada 10 Juli 2021 tersebut, kata Candra, dia belum mendapatkan titik terang permasalah tersebut hingga terakhir per 23 Juli 2021.

"Setiap komunikasi dengan pihak Jenius BTPN, ada sebuah pola victim blaming yang sama berulang kali. Seperti di menit darurat yang telah saya lalui, ditekankan klaim bahwa pihak Jenius BTPN tidak bertanggung jawab jika hal tersebut adalah dikarenakan murni kelalaian konsumen," ujar Candra dalam akun media sosial pribadinya, dikutip atas seizin yang bersangkutan, Minggu (25/7).

Dia menolak bila Jenius sama sekali tidak bersalah atas terjadinya kejadian-kejadian penipuan serupa. Dia menilai, layanan perbankan digital terkesan berusaha melepas hak, kewajiban, tanggung jawab bank menjaga keamanan dana nasabah.

Ilustrasi aplikasi Jenius. Foto: Shutter Stock

Menurutnya juga, perasaan telah lalai dalam melakukan update data nasabah secara otomatis. Sehingga prosedur pelaporan dan pemblokiran rekening sangat lambat.

"Pihak Jenius BTPN harusnya bertanggung jawab atas nomor telepon nasabah yang bocor ke publik dan jatuh ke tangan penjahat. Serta mengantisipasi praktik jual-beli rekening yang menjadikan nasabah Jenius BTPN lebih sering terdengar sebagai sasaran berbagai tindak kejahatan keuangan.," tuturnya.

Lebih jauh, ia juga menegaskan Jenius semestinya punya andil dalam menangkal keberadaan berbagai situs yang menjual nama perusahaan. Termasuk membuat fitur atau tombol keamanan darurat, yang memungkinkan pemblokiran bisa dilakukan secara mandiri.

"Jenius harus memberikan peringatan bahwa deposito di sana tidak seaman deposito konvensional yang tidak mudah dibobol. Sehingga konsumen menyadari profil risikonya," pungkas Candra.

Sementara itu, kumparan sudah mencoba mengkonfirmasi terkait kasus ini kepada manajemen BTPN. Namun, Daya and Corporate Communications Head BTPN, Andri Darusman, belum merespons.