Tahun 2015 Antam Rugi Rp 1,44 Triliun, 2016 Untung Rp 64,81 Miliar

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat perolehan laba bersih di sepanjang tahun 2016 sebesar Rp 64,81 miliar. Padahal, di tahun 2015 perusahaan tambang dengan kode emiten ANTM itu masih membukukan rugi sebesar Rp 1,44 triliun.
Demikian dikutip kumparan (kumparan.com) dari laporan keuangan perseroan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/4).
Kenaikan laba bersih ini didukung peningkatan volume penjualan komoditas feronikel dan bijih nikel. Peningkatan profitabilitas juga didukung tingkat efisiensi sebesar Rp 48,7 miliar.
Kinerja operasional Antam yang on track juga mendukung pencapaian laba bersih perseroan. Volume produksi feronikel di 2016 tercatat sebesar 20.293 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik 18 persen dibandingkan volume produksi tahun 2015 sebesar 17.211 TNi.
Untuk komoditas emas, Antam mencatatkan volume produksi sebesar 2.207 kg (70.957 oz) dengan volume penjualan emas sebesar 10.227 kg (328.806 oz).

Di tahun 2017, Antam menargetkan peningkatan produksi dan penjualan komoditas utama feronikel dan emas.
Untuk feronikel, Antam menargetkan volume produksi di tahun 2017 sebesar 24.100 TNi, lebih tinggi 19 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2016.
Untuk komoditas emas, Antam menargetkan produksi mencapai 2.270 kg (72.982 oz) dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung, lebih tinggi dibandingkan produksi emas tahun 2016.
Dengan optimalnya operasi pabrik-pabrik feronikel Antam, volume produksi dan penjualan feronikel pada tahun 2016 tercatat tertinggi sepanjang sejarah perseroan sehingga mampu mendukung pemenuhan permintaan konusmen yang tinggi.
Kinerja operasional komoditas lain seperti bijih nikel dan emas juga on track sehingga mendukung pencapaian profitabilitas di tahun 2016.
