Tak Hanya Jual Kereta, INKA Juga Lakukan Transfer Ilmu Untuk SDM di Afrika

PT INKA (Persero) terus melebarkan bisnisnya secara internasional dengan menggarap proyek-proyek di Benua Afrika. Seperti upgrading jalur kereta api Mali ke Senegal, memasok lokomotif ke Zambia, hingga menyambung jalur KA dari Angola ke Kongo.
Kiprah INKA go internasional tidak hanya soal pengadaan lokomotif atau menggarap proyek jalur kereta. INKA juga melakukan transfer ilmu berupa pelatihan kepada sumber daya manusia yang ada di Afrika.
Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, mengatakan secara umum negara-negara di Afrika masih membutuhkan pelatihan agar bisa mengoperasikan kereta dengan baik dan benar.
"Zimbabwe ini sudah dibantu pemerintah China sebetulnya. Tetapi vandalismenya ini yang luar biasa ketika beroperasi. Ada beberapa hal yang saya lihat, misalnya aliran atas kereta itu hilang kabelnya. Ini salah satu cara bagaimana memberikan mereka kemampuan mengoperasikan kereta api secara baik," kata Budi dalam Webinar Strategi BUMN Menembus Pasar Global, Sabtu (10/10).
Bahkan tidak hanya pelatihan untuk mengoperasikan kereta, INKA juga memberikan pendampingan untuk hal-hal dasar seperti cara merawat lokomotif kereta.
"Termasuk juga sudah ada step dasar, perawatan lokomotif kereta api. Jadi kita tidak hanya suplai lokomotif, tapi diajarkan bagaimana merawat dan mengoperasionalkan. Karena kalau tidak, nanti, sebagus apa pun kualitasnya ini kalau perawatannya tidak bagus ya jadi jelek," ujarnya.
Di Afrika, INKA juga memberikan pendampingan dan pelatihan di Angola. Seperti diketahui, INKA tengah menggarap proyek jalur KA yang nantinya akan menghubungkan Angola ke Kongo. Meski demikian, Budi menilai pengoperasian KA di Angola masih belum maksimal.
"Dari spesifikasi dilihat, keretanya jalannya 30 Km per jam. Saya juga bingung kenapa. Jadi intinya beberapa negara Afrika ini tak cukup hanya dikasih proyek. Tapi harus ditingkatkan kapasitas building, itu mutlak. Training harus ada, kalau tidak ya dia tidak bisa menyelesaikan. Jadi paketnya seperti itu. Tidak hanya pengadaan tapi juga training kemampuan mereka dalam merawat dan operasional harus diajari," katanya.
