Kumparan Logo

Tak Kalah Produktif, CIMB Niaga Rekrut Penyandang Disabilitas

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

CIMB Pekerjakan Penyandang Disabilitas. (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
CIMB Pekerjakan Penyandang Disabilitas. (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

PT Bank CIMB Niaga Tbk tengah berinovasi dengan melibatkan penyandang disabilitas bekerja di dunia perbankan. Saat ini, jumlah penyandang disabilitas yang menjadi petugas telesales dan phone banking di Bank CIMB Niaga berjumlah 51 orang.

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan dari 51 orang tersebut, 48 orang merupakan tunanetra yang bekerja sebagai telesales dan 3 orang lainnya adalah tunarungu yang bertugas di bagian phone banking. Sehari-hari mereka melayani nasabah melalui fitur sosial media dan chatting.

"Pada kuartal pertama tahun ini, kami menargetkan menambah pekerja dari penyandang disabilitas mencapai 60 orang. Akan bertambah terus jika kebutuhan semakin banyak," kata Lani di acara peluncuran integrasi layanan telesales, phone banking dan video banking di kantor CIMB Niaga Gajah Mada, Jakarta, Rabu (8/2).

Penyandang disabilitas belajar telesales di CIMB. (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Penyandang disabilitas belajar telesales di CIMB. (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

Menurut Lani perusahaan sudah mempekerjakan penyandang disabilitas sejak 2013. Dalam proses perekrutan, mereka dibantu pihak yayasan.

"Dari yang sudah kami jalankan selama ini, memang terbukti penyandang disabilitas tidak kalah efisien, cepat, dan produktif dalam bekerja," imbuhnya.

Salah satu penyandang disabilitas yang menjadi telesales CIMB Niaga adalah Radinal Ali Zakaria atau yang biasa dipanggil Jaka. Pria yang memiliki keterbatasan penglihatan ini mengaku sudah 5 bulan bekerja di bank CIMB Niaga.

Penyandang disabilitas dipekerjakan di CIMB. (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Penyandang disabilitas dipekerjakan di CIMB. (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

Jaka mengaku awalnya kesulitan melakukan pekerjaan tersebut. Namun ia dibantu dengan fasilitas komputer beraplikasi khusus yang mengubah informasi tulisan menjadi suara. Dengan aplikasi tersebut, ia menyampaikan informasi yang tertera pada komputer kepada setiap nasabah yang dihubunginya.

Dalam menjalani kesehariannya, ayah dari dua anak tersebut mengaku punya motto hidup agar tetap optimis dalam bekerja yaitu tebarkan semangat positif dan buktikan kamu mampu mengejar mimpi.

"Saya awalnya pendiam, tapi sekarang jadi lebih cerewet. Saya jadi lebih tenang menghadapi berbagai nasabah, ada yang ditelpon marah-marah, tapi ada juga yang mau menerima dan bahkan deal untuk menggunakan produk yang ditawarkan," jelasnya.