Kumparan Logo

Tak Lagi Ekspor Ke India, Penjualan Emas Antam Anjlok 22,6 Persen

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi emas Antam (Foto: Website Antam)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi emas Antam (Foto: Website Antam)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan penjualan emas Rp 1,16 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Angka penjualan tersebut turun 22,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp1,5 triliun.

Direktur Operasional Antam, Hari Widjajanto, mengatakan Penjualan emas pada kuartal pertama tahun lalu lebih tinggi karena pada saat itu perseroan masih melakukan ekspor ke India yang memberikan kontribusi yang cukup besar.

"Itu pengaruhnya sangat besar. Sedangkan 2017 tidak sama sekali mengekspor ke India karena regulasi yang diterapkan pemerintah India, di mana dianggap tidak feasible kalau kita mengekspor ke sana," kata Hari di Hotel Borobudur, Jakarya, Selasa (2/5).

Untuk mensiasati hal tersebut, Antam berupaya mencari pasar baru menggantikan India. Perseroan pun sudah mulai masuk ke pasar Jepang dan Korea. Namun Hari mengakui pertumbuhannya tidak secepat triwulan pertama tahun lalu.

Baca juga: Tahun 2015 Antam Rugi Rp 1,44 Triliun, 2016 Untung Rp 64,81 Miliar

Adapun penjualan emas oleh emiten berkode saham ANTM itu menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 70 persen terhadap penjualan yang belum diaudit (unaudited) sebesar Rp 1,65 triliun per kuartal I tahun 2017.

Pada periode tersebut, Antam membukukan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 594 kg (19.097 oz), naik sebesar 24 persen dibandingkan dengan produksi emas pada periode yang sama 2016.

Sementara itu volume penjualan emas Antam tercatat sebesar 2.128 kg (68.416 oz) pada kuartal pertama 2017. Manajemen mengaku terus berupaya mengoptimalkan penjualan emas dengan melakukan inovasi pada berbagai produk emas Logam Mulia. Tahun ini, perseroan menargetkan produksi emas mencapai 2.270 kg dengan penjualan mencapai 11,4 ton.

“Salah satunya dengan pengembangan produk perhiasan yang dipadukan dengan emas batangan motif batik. Sebagai upaya pengembangan pasar emas, ANTAM juga telah menandatangani kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk memanfaatkan jaringan Pos Indonesia untuk melakukan penjualan emas,” kata Hari.