Tak Mau Ada Keracunan Lagi di Program MBG, Prabowo Perketat SOP & Pengawasan

15 Oktober 2025 22:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tak Mau Ada Keracunan Lagi di Program MBG, Prabowo Perketat SOP & Pengawasan
Prabowo kembali menekanan secara statistisk angka keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat kecil. Tapi dia tetap tak mau hal itu terjadi lagi.
kumparanBISNIS
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel ST. Regis, Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025) malam. Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel ST. Regis, Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025) malam. Foto: Zamachsyari/kumparan
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Subianto menargetkan 0 persen keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah tengah memperkuat pengawasan dan memperbarui standar operasional (SOP) di seluruh dapur penyedia makanan program tersebut.
ADVERTISEMENT
Prabowo mengatakan, program MBG lahir dari pengalamannya selama bertahun-tahun berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia. Ia melihat langsung kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.
“Saya melihat secara langsung dan fisik, saya melihat stunting, saya melihat malnutrisi. Saya melihat kemiskinan di mata saya,” kata Prabowo dalam acara Forbes Global CEO di Hotel St.Regis Jakarta, Rabu (15/10).
Dari situ, ia menilai Indonesia perlu meniru negara lain yang lebih dulu sukses menjalankan program serupa.
Presiden Prabowo Subianto tinjau program MBG di SDN Kedung Jaya 1 Bogor, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (10/2/2025). Foto: Cahyo/Biro Pers Sekretariat Presiden
“Saya berkata kepada tim saya, saya berkata, jika India bisa melakukannya, mengapa Indonesia tidak bisa?” ucapnya.
Saat ini, MBG sudah menjangkau puluhan juta penerima manfaat. Dia menjelaskan, program MBG sudah memiliki 11.900 dapur dan memberikan manfaat kepada 35,4 juta anak di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
Ia menggambarkan skala program itu setara dengan memberi makan tujuh kali jumlah penduduk Singapura setiap hari. Meski begitu, Prabowo tidak menampik masih ada temuan kasus keracunan makanan di lapangan. Namun ia menilai jumlahnya sangat kecil dibanding total makanan yang disalurkan.
“Saya pikir memang ada keracunan makanan. Tapi ketika kami menghitung jumlah makanan yang kami bagikan, jumlah keracunan makanan, saya pikir statistiknya hanya 0,0007. Yang menurut saya tidak, maksud saya, bahkan satu keracunan pun tidak dapat diterima,” tegasnya.
Prabowo memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menargetkan agar tidak ada lagi kasus serupa di masa depan.
Siswa yang diduga keracunan hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan penanganan di posko penanganan keracunan MBG di SMPN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025). Foto: kumparan
“Kami bertekad untuk membuatnya sedekat mungkin dengan nol. Kami meningkatkan pengawasan, SOP. Kami sekarang membeli peralatan baru, filter untuk air, tempat untuk makanan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Ia juga menjelaskan bahwa pendanaan MBG disalurkan langsung ke dapur untuk memangkas birokrasi dan memastikan efisiensi. Sebelum program berjalan, pemerintah telah menyiapkan tenaga pengelola yang terlatih.
“Kami telah melatih 32.000 manajer. Mereka semua lulusan universitas, 32.000. Kami melatih mereka selama tiga bulan, lalu mereka dikerahkan ke desa-desa,” katanya.