Kumparan Logo

Tak Mau Bergantung ke Petikemas, Pelindo III Jajaki Bisnis Energi dan Wisata

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terminal Penumpang Gilimas di Pelabuhan Lombok, NTB, yang dikelola PT Pelindo III (Persero). Foto: Kementerian BUMN
zoom-in-whitePerbesar
Terminal Penumpang Gilimas di Pelabuhan Lombok, NTB, yang dikelola PT Pelindo III (Persero). Foto: Kementerian BUMN

Pelindo III berupaya terus menggenjot pemasukan. Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo 3, Kokok Susanto, mengungkapkan saat ini pemasukan perusahaan yang terbesar masih dari petikemas.

“Yang terbesar saat ini kita handling peti kemas dan curah kering. Kalau secara revenue kurang lebih hampir 70 sampai 75 persen petikemas,” kata Kokok saat berbincang dengan Arya Sinulingga yang ditayangkan di Youtube Kementerian BUMN, Jumat (15/1).

Kokok memastikan bisnis lainnya mulai dari menyiapkan fasilitas dermaga, air bersih, hingga listrik bakal terus ditingkatkan. Ia mengungkapkan pihaknya sedang menyiapkan bisnis di bidang pariwisata.

“Sedangkan yang lain kita sedang kembangkan adalah energi dan tourism. Nah itu yang related bisnis,” ungkap Kokok.

Ilustrasi Pelindo III. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Bisnis bidang tourism atau pariwisata ditunjukkan salah satunya dengan renovasi Pelabuhan Benoa, Bali. Renovasi tersebut nantinya membuat Pelabuhan Benoa bisa untuk sandar kapal pembawa turis Cruise atau kapal pesiar.

Rencana ini sejalan dengan diluncurkannya Maritime Tourism Hub oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Februari 2020. Kokok menjelaskan saat ini kapasitas dermaga belum memungkinkan untuk disandari kapal pesiar berukuran besar.

"Benoa ini nanti diproyeksikan pintu gerbang wisata maritim di Indonesia. Di mana Benoa akan menata dirinya, kita akan konsentrasikan Bali akan memiliki kawasan pelabuhan untuk tourism di sisi selatan. Ini sekarang baru bisa disandari hanya satu kapal Cruise saja," terang Kokok.

Rencana itu mendapat restu dari pemerintah dengan digelontorkannya penyertaan modal negara sebesar Rp 1,2 triliun untuk Pelindo 3. Adanya suntikan dana tersebut, bakal digunakan Pelindo 3 melakukan pengerukan di laut Benoa. Sehingga memungkinkan kapal-kapal cruise bisa masuk.