Tak Mau Selalu Bergantung kepada APBN, Geo Dipa Berencana IPO

29 Maret 2023 21:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pekerja menyelesaikan pekerjaan pada proyek sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). Foto: Anis Efizudin/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menyelesaikan pekerjaan pada proyek sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). Foto: Anis Efizudin/Antara Foto
ADVERTISEMENT
PT Geo Dipa Energi (Persero) berencana melantai di bursa saham (initial public offering/IPO), menyusul perusahaan BUMN panas bumi lain yang sudah duluan IPO yaitu PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO).
ADVERTISEMENT
Direktur Operasi dan HSSE PT Geo Dipa Energi, Rio Supriadinata Marza, mengatakan perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi panas bumi dalam naungan Kementerian Keuangan ini tidak ingin terus bergantung pada modal negara.
"Pastilah (ada rencana IPO), karena lama-lama penyertaan modal negara (PMN) pasti dihapuskan tidak bisa kita pakai. Cuma sampai berapa leverage untuk bisa masuk ke bursa saham itu kan harus kita kaji kesiapan kita," ujarnya usai acara Sarasehan Geothermal IA-ITB, Rabu (29/3).
Rio melanjutkan, saat ini banyak investor yang tertarik pengembangan pembangkit panas bumi (PLTP), kemudian kontrak jual beli listrik dengan PT PLN pun terjamin sehingga keberlanjutan bisnis di hulu itu bisa terjaga pula.
"Itu yang membuat investor itu tertarik, kalau IPO pasti itu yang akan ditanyakan, sustainability dan rencana pengembangannya," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Pembangunan sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). Foto: Anis Efizudin/Antara Foto
Meski demikian, dia berkata perusahaan belum mengajukan persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia menilai, persiapan Geo Dipa untuk melantai di bursa saham masih sangat panjang.
Rio menuturkan, Geo Dipa sebagai perpanjangan tangan pemerintah selalu mendapatkan penugasan untuk mengembangkan beberapa wilayah kerja (WK) yang tidak ada diminati perusahaan swasta.
Hal ini mengingat Geo Dipa mendapatkan jaminan pendanaan dari pemerintah, salah satunya dari mekanisme government drilling yang dikelola oleh PT SMI dengan pendanaan hijau sekitar Rp 4 triliun.
"Kalau mau ambil risiko pengembangan kalau kita drilling, terus gagal itu mengembalikannya 50 persen oleh pemerintah," pungkas Rio.
Adapun Geo Dipa menargetkan produksi listrik sebesar 840 gigawatt per hour (GWh) di tahun 2023, yang berasal dari PLTP Dieng di Jawa Tengah dan PLTP Patuha di Jawa Barat. Sementara realisasi produksi listrik perusahaan di tahun lalu sebesar 790 GWh.
ADVERTISEMENT