Kumparan Logo

Tak Setuju Pensiun Dini, Karyawan Minta Manajemen Garuda Maksimalkan Bisnis Lain

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker baru sebagai bagian dari kampanye penggunaan masker di tengah pandemi COVID-19. Foto: ADEK BERRY/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker baru sebagai bagian dari kampanye penggunaan masker di tengah pandemi COVID-19. Foto: ADEK BERRY/AFP

Serikat karyawan Garuda Indonesia terkejut saat kali pertama mengetahui program pensiun dini yang ditawarkan manajemen beberapa waktu lalu. Mereka menduga manajemen kurang memaksimalkan lini bisnis penerbangan.

Ketua Harian Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tommy Tampatty mengungkapkan, program pensiun dini ini berlaku bagi seluruh karyawan tanpa memandang bulu. Artinya, mulai level junior sampai senior diberikan kebebasan untuk pensiun dini.

“Mereka buka selebar lebarnya kepada semua karyawan tak padang bulu. Sebenarnya kita kaget pola pemikiran begitu, karena kita itu aset. Mencetak karyawan garuda butuh biaya besar,” katanya kepada kumparan, Sabtu (22/5).

Ilustrasi Maskapai Garuda Air. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Tommy menambahkan, sebetulnya perusahaan masih bisa memaksimalkan lini bisnis lainnya seperti kargo. Menurutnya, bisnis kargo saat pandemi COVID-19 cukup menjanjikan seiring banyaknya muncul maskapai-maskapai baru yang saat ini dalam proses perizinan.

“Karena posisi sekarang Garuda tidak bisa mengelola maksimal cargo dan sekarang pasar itu dimakan oleh penerbangan yang carter khusus kargo,” sambungnya.

Ia pun membandingkan kondisi Garuda Indonesia dengan Citilink yang menurutnya jauh lebih baik. Namun, dalam hal ini pihaknya optimistis pertumbuhan bisnis Garuda Indonesia akan lebih baik.

“Kenapa Citilink bisa survive dan yang lain lain bisa memakan pasar domestik,” jelas Tommy.

Namun demikian, sebelumnya Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra menjelaskan, pensiun dini berlaku ke karyawan yang memenuhi kriteria dan persyaratan.

"Penawaran program ini dilakukan sejalan dengan upaya pemulihan kinerja usaha yang tengah dijalankan perusahaan guna menjadikan Garuda Indonesia perusahaan yang lebih sehat serta adaptif menjawab tantangan kinerja usaha di era kenormalan baru," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (21/5).

Dia menjelaskan, situasi pandemi yang masih terus berlangsung hingga saat ini, mengharuskan Garuda Indonesia melakukan langkah penyesuaian aspek supply dan demand, di tengah penurunan kinerja operasi imbas penurunan trafik penerbangan yang terjadi secara signifikan.

"Perlu kiranya kami sampaikan, bahwa program pensiun dipercepat ini ditawarkan secara sukarela terhadap karyawan yang telah memenuhi kriteria. Kebijakan ini menjadi penawaran terbaik yang dapat kami upayakan terhadap karyawan, di tengah situasi pandemi saat ini," ujarnya.