Tambahan 30 Ribu Ton Jagung Impor Paling Lambat Tiba Februari 2019

Perum Bulog menyatakan akan segera mengeksekusi impor jagung tambahan sebanyak 30 ribu ton setelah Kementerian Perdagangan menandatangani Surat Persetujuan Impor (SPI). Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengatakan penandatanganan persetujuan impor jagung akan dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada hari ini.
"Hasil rakortas dari Mendag (Enggartiasto Lukita) sudah ada nanti disikapi Mendag. Ya nanti, hari ini insyaallah," kata mantan Kepala BNN yang kerap disapa Buwas ini, saat ditemui di Gudang Divre Bulog Kelapa Gadig, Jakarta Utara, Kamis (10/1).
Buwas mengatakan SPI dari Kemendag tersebut memiliki batas waktu hingga Februari 2018. Sebab, Buwas memproyeksikan pada bulan Maret akan terjadi panen jagung nasional.

"(Sampai) Februari, karena kan setelah itu ada panen. Nanti bertabrakan. (Nanti dibilang) kita enggak berpihak petani," lanjut Buwas.
Menurut Buwas, Bulog sebagai pelaksana impor jagung telah mendata kebutuhan impor sesuai dengan perhitungan. Data kebutuhan disesuaikan dari data Kementerian Pertanian.
"Karena begini, Bulog harus cepat merealisasikan ini, enggak boleh kita lambat. Itu menyangkut harga, karena tugas Bulog stabilisasi harga maka saat peternak butuh kita supplay cepet," tegasnya.
