Kumparan Logo

Tanjung Lesung Masuk ke Dalam Program 10 Bali Baru yang Digagas Jokowi

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pantai Tanjung Lesung (Foto: Tirta Kusuma Wardana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pantai Tanjung Lesung (Foto: Tirta Kusuma Wardana/kumparan)

Tanjung Lesung menjadi salah satu kawasan di Banten yang banyak disorot usai bencana tsunami pada Sabtu (23/12) malam. Terekamnya kegiatan manggung Band Seventeen di acara gathering karyawan PLN yang terkena tsunami menyita perhatian publik.

Tanjung Lesung menjadi salah satu kawasan wisata di Pandenglang, Banten yang banyak menawarkan banyak spot bagus, mulai dari pantainya yang jernih, pasir putihnya, hingga pemandangan bawah lautnya yang beragam.

Pemandangan alamnya seperti pantai di Bali membuat Tanjung Lesung masuk ke dalam program 10 destinasi wisata Bali Baru di Indonesia yang potensi wisatanya tengah dikembangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tanjung Lesung yang termasuk ke dalam dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) saat ini sedang dan terus dikembangkan oleh pemerintah bersama investor.

Menurut data Kementerian Pariwisata, dalam 10 Bali Baru, nilai investasi pengembangan di Tanjung Lesung mencapai USD 4 miliar atau sekitar Rp 58,1 triliun (kurs Rp 14.530) di atas area seluas 1.500 hektare.

"Pengembangan di Tanjung Lesung meliputi destinasi Digital Desa Wisata Cikadu dengan aksesibilitas Jalan Tol Serang Panimbang 83,91 kilometer dan amenitas berupa Pilot Project Kampung Wisata Cikadu, Bufferzone KEK," demikian data Kementerian Pariwisata seperti dikutip kumparan, Selasa (25/12).

Nilai investasi pengembangan Tanjung Lesung ini paling besar di antara kawasan wisata dalam 10 Bali Baru, mengalahkan wisata di Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang sebesar USD 3 miliar seluas 1.175 hektare.

Mini Marina di Tanjung Lesung  (Foto: Tirta Kusuma Wardana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mini Marina di Tanjung Lesung (Foto: Tirta Kusuma Wardana/kumparan)

Selain Tanjung Lesung dan Mandalika, nilai investasi dari pengembangan 10 Bali yang lainnya sebesar USD 2,9 miliar di Morotai seluas 300 hektare dan Danau Toba sebesar USD 1,6 miliar dengan luas lahan yang dikembangkan 500 hektare.

Lalu ada Wakatobi seluas 532 hektare, Kepulauan Seribu dan Kota Tua seluas 1.009 hektare, dan Candi Borobudur seluas 309,5 hektare masing-masing sebesar USD 1,5 miliar.

Sementara kawasan wisata di Tanjung Kelayang seluas 324 hektare dan Bromo Tengger Semeru seluas 325 hektare masing-masing investasinya sebesar USD 1,4 miliar. Terakhir ada Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur seluas 400 hektare sebesar USD 1,2 miliar.