Tantangan Ekonomi Global Meningkat, Startup Diminta Perkuat Bisnis

9 Agustus 2022 21:33
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi startup. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi startup. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Kondisi ekonomi global yang makin tak menentu menjadi salah satu tantangan bagi industri startup. Apalagi funding atau pendanaan startup kebanyakan dari eksternal.
ADVERTISEMENT
Menurut riset yang dilakukan oleh Google, Temasek, dan Bain & Co di tahun 2019, Indonesia menjadi negara yang startup-nya menerima jumlah funding terbanyak di antara negara lain. Angka funding ini diperkirakan akan tetap menjadi yang paling tinggi di tahun 2025.
Dengan kondisi tersebut, ekonomi digital Indonesia pada tahun 2019 memiliki ukuran lebih dari empat kali lipat sejak 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 49 persen per tahun, nilainya diperkirakan mencapai USD 40 miliar.
Dengan angka tersebut, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2019. Namun, di tengah perkembangan ini, para pegiat startup harus menghadapi sebuah krisis global berupa pandemi COVID-19.
Aqsath Rasyid, CEO NoLimit Indonesia yang merupakan startup teknologi yang berfokus untuk monitoring dan analisis pada media online dengan menggunakan teknologi Big Data, mengatakan bahwa healthy startup tidak hanya terfokus pada modal atau investasi yang besar yang berasal dari pihak luar. Menurutnya, semua startup bisa memulai menjalankan roda perusahaan startup bermodal apa yang dimiliki. Yang terpenting adalah, startup itu mempunyai konsistensi dan ketahanan dalam menghadapi tantangan.
ADVERTISEMENT
“12 tahun NoLimit Indonesia berkiprah sebagai startup tanpa modal dari eksternal atau bootstrapping dan tumbuh dan berkembang sangat organik. Dengan memanfaatkan modal internal, NoLimit masih tetap menjadi startup yang sehat dan eksis sampai sekarang," ujar Aqsath dalam keterangannya, Selasa (9/8).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Aqsath Rasyid, CEO NoLimit Indonesia. Foto: NoLimit
zoom-in-whitePerbesar
Aqsath Rasyid, CEO NoLimit Indonesia. Foto: NoLimit
Dia melanjutkan, produk NoLimit Indonesia berhasil tembus ke pasar global pada 3 Agustus 2022. Setelah diluncurkan via AppSumo, kini layanan dari NoLimit Indonesia siap membantu berbagai perusahaan, organisasi, bahkan public figure di seluruh penjuru dunia.
Perusahaan berbasis big data ini menawarkan layanan online media monitoring yang dapat memonitor perbincangan online di berbagai platform social media seperti Instagram, Youtube, Twitter, dan Facebook. Selain itu, NoLimit juga dapat melakukan monitoring media online.
ADVERTISEMENT
Menurut Aqsath, NoLimit Indonesia siap berkompetisi dengan kompetitor global seperti brand24, Talkwalker, Brandwatch, dan perusahaan serupa lainnya. Kesiapan NoLimit sebagai online monitoring lokal pertama yang meluncurkan produk ke pasar global didasari dengan pengalaman dan kapabilitasnya di industri teknologi.
"NoLimit Indonesia bangga menjadi startup lokal yang beroperasi tanpa modal eksternal tetapi mampu penetrasi ke pasar global,” jelasnya.
Sebelumnya, Chief Executive Officer BNI Ventures Eddi Danusaputro mengatakan bahwa penting bagi banyak pihak mulai dari pemilik startup, pemilik modal, hingga pemerintah, untuk memberikan edukasi untuk membangun healthy startup atau startup yang sehat baik secara keuangan maupun manajemen.
"Dengan startup yang sehat, kita juga dapat memaksimalkan potensi dan membangun ekosistem digital Indonesia yang kuat. Tak hanya itu, saat semua pihak telah berupaya menciptakan healthy startup," tambahnya.
ADVERTISEMENT