Tantangan Industri Properti di Tahun Ini

Prospek industri poperti di 2018 diprediksi cukup baik. Salah satu situs penjualan rumah online, Rumah123.com, menyebutkan industri properti tahun ini dalam masa rebound setelah sempat lesu dalam 2 tahun terakhir.
Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, mengatakan meski membaik industri properti dihadapkan dengan beberapa tantangan di tahun ini. Malahan tantangan di 2018 ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau untuk properti, saya bilang ini tahun yang unik karena baru sekali dalam sejarah bisnis properti itu menghadapi enam tantangan sekaligus," kata Untung saat ditemui di Kantor Rumah123.com, Jakarta, Rabu (21/2).
Tantangan pertama, saat ini industri properti masih berada di bawah setelah mengalami kelesuan di 2015. Kedua, ada isu daya beli masyarakat menurun. Ketiga, saat ini banyak pengembang properti asing yang masuk ke Indonesia.
"Developer dari China mulai masuk nih, sudah ada empat dan keempatnya agresif, targetnya pun luar biasa. Pas 2017 harusnya (developer) itu masih nahan karena performa (industri properti) itu belum bagus, tapi Meikarta malah kencangnya luar biasa, (developer) yang lain enggak mau pasarnya abis dimakan Meikarta sendiri makanya yang lain juga ikutan," katanya.
Tantangan lainnya terkait perkembangan teknologi yang kian pesat. Kelima, 2018 merupakan tahun politik, dan keenam yaitu kebiasaan pembeli properti yang mulai berubah.
"Sekarang pembeli properti adalah Gen Y, mereka kan tumbuh dimana internet masuk jadi saat membeli properti otomatis pilihannya lebih banyak. Jadi kalau dia berpikir untuk membeli properti ya pilihannya banyak. Kalau dulu lawannya properti itu cuma otomotif, cuma mobil, sekarang traveling, belum lagi gadget, belum lagi wedding," beber Untung.
