Kumparan Logo

Target 8 Juta Motor Listrik di 2025 Terlalu Ambisius? Ini Kata Moeldoko

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di acara ground breaking VinFast di Subang. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di acara ground breaking VinFast di Subang. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengakui target pertumbuhan penjualan motor listrik terlalu optimistis di tahun 2025.

Moeldoko yang juga merupakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu menjelaskan Indonesia memiliki posisi yang kuat di industri baterai terintegrasi, sebagai negara ke-16 ekonomi terbesar di dunia pada 2020 dan ditargetkan bisa menembus peringkat ke-5 pada 2045.

"Potensi penjualan kendaraan (listrik) roda dua diproyeksikan kurang lebih 8 jutaan unit pada tahun 2025. Tapi saya kira juga ini terlalu optimistis, ya," ujarnya saat Indonesia Battery Summit 2024, Senin (29/7).

Sementara itu, target penjualan kendaraan listrik roda empat atau mobil listrik diperkirakan mencapai 2 juta unit pada tahun yang sama. Moeldoko mengakui permintaan mobil listrik sempat rendah di Indonesia.

"Beberapa tahun yang lalu kita masih kesulitan mencari atau membeli mobil listrik, tapi sekarang sudah bermunculan, sangat kompetitif berbagai merek-merek baru sudah mulai ada di Indonesia," jelas Moeldoko.

Pengembangan proyek baterai kendaraan listrik di Indonesia juga sangat penting. Dia menyebut, permintaan baterai domestik diproyeksikan tumbuh dari 20 gigawatt per hour (GWh) pada tahun 2030 hingga 59 GWh pada tahun 2035, dengan compound annual growth rate sebesar 23 persen.

Sejauh ini, pabrik sel baterai (battery cell) di Indonesia yang sudah berproduksi yakni PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Greenpower Indonesia di Karawang, Jawa Barat, perusahaan patungan Hyundai Motor Group bersama LG Energy Solution. Kemudian akan dilanjutkan pembangunan pabrik milik Indonesia Battery Corporation (IBC).

Kunjungan ke pabrik Polytron di Sayung, Demak, Jawa Tengah untuk melihat proses perakitan motor listrik. Foto: Sena Pratama/kumparan

"IBC telah memulai pembangunan pabrik sel baterai 10 giga di Karawang dan target pada akhir 2024 kira-kira nanti. Tapi sampai sekarang belum selesai. Diharapkan akhir 2024 nanti selesai," ungkap Moeldoko.

Dengan pengembangan industri baterai terintegrasi, Moeldoko berharap Indonesia bisa semakin mandiri tidak hanya dalam menyediakan bahan baku mentah, namun juga memproduksi baterai sendiri.

"Jangan sampai kita hanya bangga punya resources, tetapi teknologinya selalu diambil oleh orang lain. Kita bisa dan saya sudah memulai itu. Saya sudah memulai untuk menyiapkan untuk membangun baterai listrik dengan seluruh material dari Indonesia. Tidak ada yang impor," pungkasnya.

instagram embed