Kumparan Logo

Target Ekraf 2027 Melonjak, Kemenekraf Minta Tambahan Anggaran Rp 1,73 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, saat bertemu Pemimpin Redaksi kumparan di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, saat bertemu Pemimpin Redaksi kumparan di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengungkapkan target kinerja sektor ekonomi kreatif (ekraf) pada 2027 mengalami kenaikan signifikan. Namun, kenaikan target tersebut belum diikuti dengan kecukupan anggaran.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Teuku Riefky menyebut target nilai investasi ekraf pada 2027 naik menjadi Rp 205 triliun hingga Rp 211 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan target 2026 sebesar Rp 131 triliun hingga Rp 146 triliun.

Selain investasi, target nilai ekspor ekraf juga naik dari Rp 27,85 miliar pada 2026 menjadi Rp 37,42 miliar hingga Rp 38,72 miliar pada 2027.

Target penyerapan tenaga kerja turut dinaikkan dari 26,06 juta orang pada 2026 menjadi 28,5 juta hingga 29,55 juta orang pada 2027. Sementara target laju pertumbuhan PDB ekraf meningkat dari 5,7 persen menjadi 7,1 persen hingga 7,24 persen .

“Jadi yang ingin kami sampaikan adalah ada penyesuaian baru dari BAPPENAS terhadap target yang lebih tinggi lagi untuk 2027-2029. Pada tahun 2025, Kemenekraf dapat mencapai semua (target) dengan baik, bahkan melebihi target RPJMN. Adapun target IKU tahun 2026 tidak mengalami perubahan, sementara pada tahun 2027 target nilai investasi meningkat tajam dari Rp 131 triliun hingga Rp 146 triliun pada tahun 2026 menjadi pada tahun 2027 nanti Rp205 triliun hingga Rp 211 triliun,” kata Riefky.

Menurut Riefky, kenaikan target kinerja tersebut membutuhkan dukungan program, anggaran, dan intervensi yang lebih terarah.

“Sebagaimana dapat kita cermati bersama bahwa target kinerja Kemenekraf mulai 2027 meningkat signifikan. Oleh karena itu untuk pencapaian target ini perlu didukung oleh program, anggaran, serta intervensi yang lebih terarah sebagai dasar penyusunan program strategis Kemenekraf di 2027,” ungkapnya.

Pagu Baru Rp 428,6 Miliar

Untuk 2027, Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun. Sebagian besar atau sekitar Rp 1,57 triliun diarahkan untuk program ekraf.

Namun, berdasarkan pagu indikatif dan pagu anggaran 2027, Kemenekraf baru memperoleh alokasi Rp 428,6 miliar atau sekitar 25persen dari total kebutuhan yang diusulkan.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya meninjau Festival Mbois 11 di Malang, Jawa Timur. Foto: Dok. Kementerian Ekraf

Dari pagu tersebut, porsi terbesar masih dialokasikan untuk dukungan manajemen sebesar 77,2persen , sedangkan anggaran untuk program sebesar 22,8persen .

Namun berdasarkan surat bersama pagu indikatif dan surat bersama pagu anggaran tahun 2027 Kemenekraf memperoleh alokasi sebesar Rp 428,6 miliar atau sekitar 25 persen dari total kebutuhan anggaran yang diusulkan dan dari total pagu tersebut porsi terbesar masih dialokasikan untuk dukman 77,2 persen sisanya atau 22,8 persen itu adalah untuk program.

Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan pelaksanaan program dan target kinerja dengan kapasitas anggaran yang tersedia.

“Apabila dilihat berdasarkan komposisi unit kerja sebesar 76,3persen pagu berada pada assessment sedangkan sisanya tersetar pada unit teknis yaitu DPT 1 6,1 persen DPT 2 6 persen DPT 3 5,9 persen dan DPT 4 5,6 persen Kondisi ini menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan pelaksanaan program dan target kinerja dengan kapasitas anggaran yang tersedia,” kata dia.

Karena itu, Kemenekraf mengupayakan penguatan anggaran melalui mekanisme ABT setelah DIPA 2027 diterbitkan. Kementerian juga menjajaki sumber pembiayaan alternatif melalui kerja sama dengan mitra pembangunan dalam dan luar negeri.

Riefky kemudian meminta dukungan Komisi VII DPR RI untuk tambahan anggaran sebesar Rp 1,73 triliun.

“Untuk yang pertama untuk memastikan pencapaian target IQ tahun 2027 agar program Ekraf semakin berdampak bagi masyarakat Kemenekraf mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,73 triliun rupiah. Usulan ini diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan anggaran dengan pagu yang saat ini tersedia sekaligus memastikan program dan intervensi strategis dapat dilaksanakan secara optimal,” tegasnya.

Tambahan anggaran tersebut antara lain akan digunakan untuk program pengembangan ekraf melalui flagship, belanja non-operasional dan kebutuhan reguler, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.

Program flagship Kemenekraf 2027 diarahkan pada aktivasi desa kreatif, aktivasi kreatif, Creative Hub, dan Kreatif by Indonesia, serta penguatan kelembagaan dan diplomasi.

instagram embed