Kumparan Logo

Target Pengoperasian Tol Lampung-Palembang Mundur Jadi Juni 2019

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruas tol Trans Sumatera terlihat dari udara di Lampung, Rabu (2/1/2019). (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A)
zoom-in-whitePerbesar
Ruas tol Trans Sumatera terlihat dari udara di Lampung, Rabu (2/1/2019). (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A)

Keinginan Presiden Jokowi agar ruas jalan tol Bakauheni Lampung-Palembang sepanjang 363,4 kilometer diresmikan pada April 2019 sepertinya akan molor. Padahal, sebelumnya Hutama Karya selaku pemilik proyek menyanggupi ruas tol tersebut bisa beroperasi.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan target tersebut sulit dicapai. Pihaknya pun mengundur target pengoperasian Tol Lampung-Palembang menjadi Juni 2019.

"Lampung-Palembang kita targetkan Mei 2019 bisa fungsional, baru akhir Juni 2019 sampai Palembang itu mungkin bisa (beroperasi) penuh," kata Rini saat ditemui di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Kamis (31/1).

Dia menyebut kendala pembangunan trase tol itu yakni pada pembebasan lahan fly over untuk lalu lintas masyarakat sekitar. Sebab ketika tol dibangun, biasanya ada jalan masyarakat yang terpotong.

Pekerja di lokasi pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung, Lampung. (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja di lokasi pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung, Lampung. (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

"Masalahnya begini, jalan pada dasarnya selesai. Tapi kita harus menyelesaikan fly over. Nah makan waktu itu pembebasan lahan, ini yang untuk jalan masyarakat," tegas Rini.

Adapun Tol yang menghubungkan Bakauheni Lampung dengan Palembang terbagi 3 ruas, yakni Bakauheni-Terbanggi Besar, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, dan Kayu Agung-Palembang.

"Bakauheni-Terbanggi Besar diresmikan Februari, Terbanggi Besar-Pematang Panggang selesai betul itu akhir April 2019. Semua tol ini kita bangun di permulaan 2015," ucapnya.