Targetkan 100 Juta Penumpang di Bandara Soetta pada 2035, Begini Strategi AP II

8 Desember 2022 12:41 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Kementerian BUMN, Jakarta. Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Kementerian BUMN, Jakarta. Foto: Ema Fitriyani/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Angkasa Pura II (AP II) menargetkan jumlah penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Soetta terus meningkat. AP II selaku pengelola Bandara Soetta memproyeksikan pertumbuhan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai sekitar 80 juta penumpang pada 2030.
ADVERTISEMENT
“Ada satu prognosa, pada 2030 penumpang Bandara Soekarno-Hatta bisa mendekati 80 juta penumpang, dan pada 2035 menembus 100 juta penumpang,” kata Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, melalui keterangan tertulis usai diskusi Polemik MNC Trijaya soal Urgensi Pengembangan Bandara Soetta, Kamis (8/12).
Awaluddin merasa pertumbuhan penumpang dipicu juga oleh peningkatan populasi traveler. Selain itu, ia mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan berbagai pembangunan di Bandara Soetta untuk mewadahi lonjakan penumpang, di antaranya pembangunan Terminal 4 dan Cargo Village.
“Terminal 4 akan menjadi terminal penumpang terbesar di Indonesia dengan kapasitas sampai dengan 45 juta penumpang. Terminal 1 dan 2 juga akan direvitalisasi menjadi total kapasitas sampai dengan 45 juta penumpang," ungkap Awaluddin.
"Sementara, revitalisasi Terminal 3 berpotensi meningkatkan kapasitas menjadi 35 juta penumpang. Jadi, nantinya Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki kapasitas total lebih dari 100 juta penumpang,” tambahnya.
Kondisi tekrini Bandara Soetta, Minggu (24/4/2022). Foto: STR/kumparan
Sementara itu untuk Cargo Village, Awaluddin mengatakan fasilitas tersebut salah satunya untuk mengakomodir sektor e-commerce. Ia menargetkan proyek terminal kargo tersebut bisa kelar di akhir 2024. Untuk itu, Awaluddin meminta dukungan dari semua pihak terkait agar pembangunannya maksimal.
ADVERTISEMENT
“Tahun depan ekspansi Cargo Village, paling lambat akhir 2024 atau awal 2025 kita punya Cargo Village yang memiliki kapasitas 1,5 juta ton-2,2 juta ton per tahun atau jauh lebih banyak dibandingkan dengan terminal kargo eksisting dengan kapasitas sekitar 600.000 ton per tahun,” ujar Awaluddin.
Bandara Soetta saat ini diperkuat tiga terminal penumpang yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 dengan total kapasitas sekitar 43 juta penumpang per tahun. Sementara untuk terminal kargo berkapasitas 600.000 ton per tahun.
Pengamat penerbangan, Alvin Lie, merasa pengembangan Bandara Soetta perlu dilakukan lebih masif untuk menjaga dan meningkatkan daya saing di tingkat global. Apalagi, kata Alvin, kapasitas penumpang sekitar 43 juta per tahun harus terus dimaksimalkan pertumbuhannya.
ADVERTISEMENT
“Jika tidak cepat dikembangkan akan terjadi kongesti untuk penumpang, kalau untuk pergerakan pesawat masih bagus karena Bandara Soekarno-Hatta sudah memiliki tiga runway (landas pacu). Sekarang, pertumbuhan jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta khususnya internasional tumbuh luar biasa salah satunya karena perjalanan umrah yang meningkat,” jelas Alvin Lie.
Selain mengantisipasi pertumbuhan penumpang, Alvin menyarankan pengembangan juga harus mencakup infrastruktur untuk logistik. Meski begitu, ia mengakui pengelolaan Bandara Soetta saat ini sudah berjalan dengan baik.
“Bandara Soekarno-Hatta sudah terintegrasi dengan baik, dan sudah patut kita banggakan, kalau ada kurang itu pasti tapi saya melihat terus menerus dilakukan perbaikan,” ujar Alvin.