Tarif Impor Baru Trump Dinilai Berpotensi Timbulkan PHK di RI

3 April 2025 15:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP
ADVERTISEMENT
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif impor baru bagi 60 negara, termasuk Indonesia. Kebijakan itu dinilai berpotensi menimbulkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Pengamat ketenagakerjaan, Timboel Siregar, menjelaskan potensi PHK bisa terjadi karena produk Indonesia memiliki kemungkinan untuk gagal bersaing dengan produk luar. Dengan begitu, permintaan ekspor akan turun.
“Artinya permintaan untuk barang ekspor kita akan menurun dan akhirnya kita akan melakukan PHK lagi di sini,” kata Timboel kepada kumparan, Kamis (3/4).
Timboel melihat AS sebagai tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia. Sehingga, tarif impor 32 persen yang diterapkan AS terhadap Indonesia punya dampak ke berbagai sektor industri.
“Artinya banyak itu di sektor pengolahan, tekstil, alas kaki, furniture, makanan, minuman, makanan juga banyak ya. Nah ini yang memang tentunya kalau tarifnya dinaikkan,” ujar Timboel.
Perihal tujuan ekspor selain AS, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, melirik peluang pasar negara-negara di benua Afrika yang sedang tumbuh dan potensial.
ADVERTISEMENT
⁠"GPEI melihat pasar Afrika yang sedang tumbuh sebagai pasar masa depan," ungkap Benny.
Menurut Benny, eksportir RI mesti bersiap menghadapi tarif impor baru AS. Pasalnya, eksportir hanya mengekspor barangnya berdasarkan free on board alias pembeli yang akan membayar freight dan bea masuk ke negara Paman Sam itu.